Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Waspada! Bukan Kolesterol, Ternyata Penderita Diabetes 4 Kali Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung

Jantung adalah mesin utama tubuh yang bekerja tanpa henti yang bisa rusak bukan hanya akibat kolesterol jahat tetapi juga gula darah.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Tribun Jateng/Istimewa
Ilustrasi Serangan Jantung - Serangan jantung tidak datang tiba-tiba tanpa alasan; ia biasanya merupakan hasil dari proses panjang kerusakan pembuluh darah. 

TRIBUNJATENG.COM - Jantung adalah mesin utama tubuh yang bekerja tanpa henti.

Namun, sering kali kita baru menyadari betapa berharganya organ ini ketika fungsinya mulai terganggu.

Penyebab serangan jantung tidak datang tiba-tiba tanpa alasan; ia biasanya merupakan hasil dari proses panjang kerusakan pembuluh darah.

Baca juga: Truk Zig-zag Sambar 2 Pesepeda hingga Tewas, Diduga Sopir Kena Serangan Jantung

Apa Penyebab Serangan Jantung?

Penyebab paling umum dari penyakit jantung adalah Aterosklerosis, yaitu penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada dinding pembuluh darah koroner.

Seiring berjalannya waktu, plak ini mengeras dan menyempitkan aliran darah ke otot jantung.

Jika plak tersebut pecah, akan terbentuk gumpalan darah yang dapat menyumbat total aliran oksigen.

Inilah yang kita kenal sebagai serangan jantung.

Penyakit Apa Saja yang Berisiko Memicu Serangan Jantung?

Ada beberapa kondisi medis kronis yang secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung:

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Tekanan darah yang terlalu kuat secara terus-menerus dapat merusak elastisitas pembuluh darah.

Kolesterol Tinggi (Dislipidemia): Terutama kadar LDL (kolesterol jahat) yang tinggi, yang menjadi bahan baku utama pembentukan plak.

Obesitas: Berat badan berlebih memaksa jantung bekerja lebih keras dan memicu peradangan dalam tubuh.

Sleep Apnea: Gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti sesaat, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani sistem kardiovaskular.

Apakah Gula (Diabetes) Termasuk Risiko?

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved