Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan

Kanker Serviks Kerap Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Sinta Nuriyah Wahid untuk Perempuan Semarang

Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat marginal khususnya wanita di Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
KUNJUNGAN - Sinta Nuriyah Wahid saat mengunjungi RS Samsoe Hidajat Semarang. (TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah rangkaian kunjungan Ramadan 1447 H, Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat marginal khususnya wanita di Kota Semarang.

Menurutnya, kesadaran dalam urusan kesehatan, terutama bagi perempuan, menjadi hal yang penting.

Semarang menjadi kota ke-26 dalam rangkaian safari sahur yang telah ia jalani selama lebih dari dua dekade. 

Baca juga: Isu Kanker Disorot, Love Heals 2026 Galang Kepedulian lewat Komunitas Padel

Tradisi itu dimulainya sejak mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Istana Negara, dan terus berlanjut hingga kini dengan menyasar kelompok duafa, pekerja informal, serta warga yang kerap berada di pinggir akses layanan publik.

Dalam kunjungannya ke RS Samsoe Hidajat, Sinta menekankan pentingnya kesadaran kesehatan utamanya bagi perempuan.

Menurutnya, alasan mahalnya biaya pengobatan sering membuat masyarakat enggan memeriksakan diri hingga kondisi sudah terlambat.

“Saya mengharapkan mereka lebih peduli terhadap kesehatan masing-masing. Jangan merasa tidak mampu lalu tidak berobat. Rumah sakit ini insya Allah membantu,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Ia menilai kehadiran rumah sakit yang memberi perhatian pada masyarakat kurang mampu merupakan bagian penting dari jaring pengaman sosial, khususnya bagi perempuan yang kerap memprioritaskan keluarga dibanding dirinya sendiri.

“Perempuan itu sering mendahulukan anak dan suami. Padahal kalau ibunya tidak sehat, keluarga juga terganggu,” katanya.

Direktur Utama RS Samsoe Hidajat, dr. Murti Wandrati, menyebut pesan Sinta menjadi penguat komitmen rumah sakit untuk terus menggalakkan layanan kesehatan perempuan, termasuk pemeriksaan pap smear gratis sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim.

Pap smear merupakan prosedur skrining ginekologi untuk mengambil sampel sel dari leher rahim (serviks) guna mendeteksi dini sel prakanker, sel kanker, atau infeksi/peradangan.

Ia menilai kanker serviks menjadi ancaman serius bagi perempuan karena kerap terlambat terdeteksi akibat minimnya akses dan kesadaran kesehatan.

Murti mengatakan, pap smear merupakan langkah awal paling sederhana untuk menekan angka kematian akibat kanker serviks.

“Kanker serviks itu berbahaya karena sering tidak bergejala. Pap smear membantu menemukan kelainan sejak dini, sebelum berkembang menjadi kanker,” katanya.

Menurut Murti, perempuan merupakan pusat ketahanan keluarga. 

“Kalau wanita sehat, keluarga sehat. Generasi juga sehat,” ujarnya. (Rad)

Baca juga: Kasus Penyakit Darah dan Kanker Masih Jadi Tantangan, Deteksi Dini dan Akses Obat Jadi Kunci

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved