Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Bukan Hanya Penyakit Lansia, Kenali Risiko Kanker Payudara yang Kini Incar Usia Muda

Kanker payudara merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
IST
PENTINGNYA MELAKUKAN AKTIVITAS HARIAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA 

Hal yang perlu diperhatikan adalah tren usia penderita yang kini mulai banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. 

Oleh karena itu, anggapan bahwa kanker ini hanya menyerang lansia sudah tidak lagi relevan dan kewaspadaan harus dimulai sejak usia produktif.

Langkah Antisipasi dan Deteksi Dini

Meskipun tidak semua faktor risiko dapat dihindari (seperti usia dan genetik), ada banyak langkah nyata yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko atau mendeteksi gejala sejak tahap awal:

1. SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

Langkah paling sederhana dan murah adalah dengan melakukan SADARI setiap bulan, biasanya 7 sampai 10 hari setelah hari pertama menstruasi. Dengan rutin memeriksa sendiri, Anda akan mengenali tekstur normal payudara Anda sehingga jika muncul benjolan kecil atau perubahan bentuk pada kulit dan puting, Anda bisa segera menyadarinya.

2. SADANIS (Periksa Payudara Klinis)

Lakukan pemeriksaan oleh tenaga medis secara berkala, minimal satu tahun sekali. Dokter atau bidan memiliki kompetensi untuk mendeteksi anomali yang mungkin tidak terasa saat pemeriksaan mandiri.

3. Pemeriksaan Radiologi (Mammografi dan USG)

Bagi wanita berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan mammografi sangat dianjurkan secara rutin. Sedangkan bagi wanita yang lebih muda atau memiliki jaringan payudara yang padat, pemeriksaan ultrasonografi (USG) payudara seringkali menjadi pilihan yang lebih efektif untuk melihat adanya kista atau massa padat.

4. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan gizi seimbang dan olahraga teratur dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. Menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol juga terbukti secara ilmiah dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker.

5. Menyusui Secara Alami

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya selama minimal enam bulan hingga satu tahun memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara.

Proses menyusui membantu menunda siklus ovulasi dan menjaga kestabilan hormon estrogen.

Baca juga: Perjuangan Mpok Alpa Divonis Kanker Payudara Sejak Hamil 4 Bulan, Pilih Rahasiakan dan Tetap Ceria

Menghadapi risiko kanker payudara membutuhkan kombinasi antara gaya hidup sehat dan ketelitian dalam memantau kondisi tubuh.

Deteksi dini tetap menjadi kunci utama karena kanker yang ditemukan pada stadium awal memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi dan prosedur pengobatan yang lebih sederhana. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved