Kamis, 18 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Awas Syndrom Tech Neck, Ternyata Ini Bahayanya Main HP Sambil Tiduran

Sering main HP sambil tiduran justru berdampak besar bagi kesehatan, yang sadar maupun tidak sadar mulai memunculkan gejala-gejalanya.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI Freepik
MAIN HP - Ilustrasi seseorang sedang menggunakan HP. Berdasarkan medis, seseorang yang sering menggunakan HP sembari tiduran atau rebahan bisa memunculkan beberapa penyakit. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kamu masih sering melakukan kebiasaan menonton video di ponsel sambil rebahan atau tiduran di setiap harinya, bahkan hingga larut malam?

Kebiasaan tersebut memang dirasakan mengasyikkan, terlebih seusai beraktivitas seharian.

Namun siapa sangka, kebiasaan tersebut justru berdampak besar bagi kesehatan, yang sadar maupun tidak sadar mulai memunculkan gejala-gejalanya.

Baca juga: Harga Asli Pertalite Lebih Mahal Dibandingkan Pertamax, Selisihnya Capai Rp1.790 per Liter

Duka Sayidah di Jepara 4 Bulan Kesulitan Air Bersih, Sebulan Habiskan Rp300 Ribu Beli Galon

Di balik kenyamanan itu, ada ancaman kesehatan yang diam-diam mengintai.

Sebuah kondisi yang kini dikenal luas di kalangan medis sebagai tech neck atau sindrom leher akibat penggunaan perangkat teknologi.

Tech neck terjadi ketika leher dan tulang belakang bagian atas menanggung tekanan berlebih akibat posisi kepala yang menunduk atau miring terlalu lama saat menatap layar.  

Saat berbaring dan menopang kepala untuk melihat ponsel, otot-otot leher bekerja jauh lebih keras dari kondisi normalnya.  

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa memicu nyeri kronis, kekakuan otot, bahkan perubahan kelengkungan tulang belakang yang memerlukan penanganan jangka panjang.  

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan tech neck dan mengapa kondisi ini perlu diwaspadai?

Penjelasan Tech Neck

Tech neck atau yang juga dikenal dengan sebutan text neck, cell phone neck, gamer neck, hingga turtle neck syndrome ini merupakan kondisi nyeri leher yang muncul akibat stres berulang dari postur tubuh yang salah saat menggunakan perangkat teknologi.  

Kondisi ini terjadi ketika seseorang terus-menerus menundukkan kepala untuk membaca, mengetik, menggulir layar, atau sekadar menatap ponsel dan tablet dalam waktu lama.  

Meski terdengar sepele, kebiasaan ini menyimpan dampak yang jauh lebih serius dari yang banyak orang bayangkan.

Menurut dr Sangjin Lim, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Crystal Run Healthcare, saat kepala berada dalam posisi tegak dan netral, otot-otot leher hanya perlu menanggung beban sekira empat hingga lima kilogram.  

Namun begitu kepala mulai menunduk untuk menatap layar, beban yang harus ditanggung leher bisa melonjak hingga sekira 27 kilogram, hampir enam kali lipat dari kondisi normal.

Beban sebesar itu membuat otot, tendon, dan ligamen di sekitar leher bekerja jauh melampaui kapasitas wajarnya.  

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved