Berita Kesehatan
Awas Syndrom Tech Neck, Ternyata Ini Bahayanya Main HP Sambil Tiduran
Sering main HP sambil tiduran justru berdampak besar bagi kesehatan, yang sadar maupun tidak sadar mulai memunculkan gejala-gejalanya.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Semakin sering dan semakin lama seseorang berada dalam posisi tersebut, semakin besar pula risiko kerusakan yang ditimbulkan.
Kondisi ini kini tidak hanya dialami oleh orang dewasa yang bekerja di depan komputer, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada anak-anak usia sekolah seiring meningkatnya waktu mereka di depan layar.
Baca juga: Fakta Pilu Bayi Dilakban dan Dibuang dalam Tas Belanja di Bali, Pelakunya Ibu Kandung
• Viral Pesta Miras di Kantor Desa saat Jam Kerja, 4 Perangkat di Demak Kena SP2
Gejala dan Dampaknya
Meski namanya mengandung kata "leher", dampak tech neck sebenarnya tidak terbatas pada area tersebut.
Gejala yang paling umum dirasakan adalah sakit kepala, yang muncul akibat kombinasi antara kejang pada otot leher dan kelelahan mata setelah menatap layar dalam waktu lama.
Selain itu, nyeri punggung bagian atas juga kerap dikeluhkan.
Hal ini terjadi karena salah satu otot utama yang menghubungkan leher, bahu, dan punggung atas, yaitu otot trapezius ikut menanggung beban berlebih hingga akhirnya mengalami kejang.
Bahu pun tidak luput dari dampaknya.
Postur bahu yang terus-menerus membulat ke depan lama-kelamaan menyebabkan kelemahan otot di area tersebut.
Jika kebiasaan buruk ini tidak segera diperbaiki, tech neck bisa berkembang menjadi komplikasi yang jauh lebih serius.
Dirangkum dari laman Crystal Run Healthcare, seperti yang dilansir dari Kompas.com, Rabu (17/6/2026), dr Lim menjelaskan bahwa tekanan yang terus-menerus pada leher tanpa penanganan yang tepat dapat memicu nyeri sendi kronis, saraf terjepit, hingga arthritis dini pada tulang belakang bagian leher.
Saraf yang terjepit bahkan dapat menjalar dan menyebabkan mati rasa, kesemutan, serta kelemahan pada lengan dan tangan.
Komplikasi lain yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah upper crossed syndrome, yaitu ketidakseimbangan otot yang terjadi akibat otot punggung atas dan dada yang terlalu tegang, sementara otot leher bagian depan dan punggung tengah justru melemah.
Ketidakseimbangan ini tidak hanya memengaruhi leher dan punggung, tetapi secara perlahan dapat berdampak pada postur tubuh secara keseluruhan. (*)
Sumber Kompas.com
| Sejarah Baru, Formula Anti-Aging Tak Perlu Impor Lagi, Kini Diproduksi Massal di Laboratorium ITB |
|
|---|
| Jangan Diam! Ini 5 Cara Melindungi Diri dari Ancaman KDRT Agar Tidak Berujung Fatal |
|
|---|
| Jangan Anggap Sepele, Penyakit Lupus Incar Wanita Produktif, Begini Gejala Awalnya |
|
|---|
| Mengenal Brucellosis, Penyakit Menular dari Hewan yang Bisa Menginfeksi Manusia Jelang Iduladha |
|
|---|
| Tips mengolah Daging Kurban Agar Kolesterot Terkendali, Kesehatan Terjaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250531_ilustrasi-HP.jpg)