Keuangan
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, Mahasiswa Diharap Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Hampir 9 dari 10 anak muda Indonesia sudah terhubung dengan layanan keuangan digital, namun hanya sekitar 7 dari 10 yang memahami cara mengelolanya.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM - Hampir 9 dari 10 anak muda Indonesia sudah terhubung dengan layanan keuangan digital, namun hanya sekitar 7 dari 10 yang benar-benar memahami cara
mengelolanya.
Indeks inklusi keuangan kelompok usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96 persen.
Sementara indeks literasinya berada di angka 73,22 persen, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS.
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun akses terhadap layanan keuangan semakin luas, edukasi tetap dibutuhkan agar akses tersebut
diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan aman.
Baca juga: Sosok Kuswandi Pria Diduga Membantu Ashari Kiai Cabul Kabur, Akui Terima Rp 150 Juta
Baca juga: Tekan Angka Kemiskinan, Perusahaan Padat Karya di Brebes ini Serap 4.044 Tenaga Kerja
Menjawab kebutuhan tersebut, OVO memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan
literasi finansial generasi muda melalui Fintech Academy, program edukasi finansial yang tahun
ini hadir berkolaborasi dengan MoneyFestasi lewat rangkaian roadshow kampus.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses edukasi keuangan digital dengan pendekatan yang lebih
relevan kepada generasi muda.
Dengan menjangkau berbagai kampus di Indonesia, OVO
berharap edukasi keuangan digital dapat hadir lebih merata bagi generasi muda di berbagai daerah.
Sesi perdana digelar di Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed, Purwokerto, sebagai pembuka dari rangkaian roadshow Fintech Academy yang akan menyambangi sejumlah kampus di Indonesia.
Mengusung tema “Today’s Financial Habits, Tomorrow’s Financial Future”, sesi ini telah dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Mahasiswa diajak memahami peran fintech sebagai bagian dari kehidupan finansial sehari-hari.
Tidak hanya sebagai alat pembayaran atau transaksi harian, fintech juga dapat membantu pengguna mengelola aktivitas finansial secara lebih praktis.
Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, OVO, mengatakan
bahwa literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa
depan finansial yang semakin terdigitalisasi.
“Fintech hari ini bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat
membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang kuat dan lebih sehat.
Melalui Fintech Academy, OVO ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif menggunakan
layanan digital, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung
jawab,” ujar Asep Haekal.
Melalui diskusi ringan bersama mahasiswa, peserta didorong untuk mulai membangun kebiasaan
finansial sehat sejak dini, mulai dari memahami prioritas kebutuhan, membuat perencanaan
pengeluaran, memiliki tujuan finansial, hingga mengevaluasi pola konsumsi.
| Generasi Muda Didorong Siap Hadapi Risiko Finansial Sejak Dini |
|
|---|
| Literasi Asuransi Lewat Edukasi Aplikatif Diharap Tingkatkan Pemahaman Tentang Perlindungan Keuangan |
|
|---|
| Tabungan Emas Jadi Investasi Kian Digemari Generasi Milenial di Jateng-DIY |
|
|---|
| Kolaborasi Bank dan Asuransi Dorong Pertumbuhan Layanan Proteksi di Indonesia |
|
|---|
| Tansaksi Digital di Jateng Semakin Tinggi, Ini Risiko yang Bisa Ditimbulkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260507-EDUKASI-FINTECH-Fintech-Academy.jpg)