Berita Batang
Suara di Ruang Transfusi Saat BPJS Mati, Anak Talasemia di Batang Bertaruh Nyawa
Di sebuah ruang transfusi RSUD Kalisari Kabupaten Batang, sudah sejak Jumat pagi 9 Januari 2026, Friantika hanya bisa terbaring lemah
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
Ia menjelaskan, pada 2025 Pemkab Batang masih mampu mengcover sekitar 193 ribu jiwa dengan anggaran Rp 60,1 miliar.
Namun tahun ini, kebutuhan ideal untuk mempertahankan UHC Prioritas mencapai Rp 83 miliar, sementara anggaran yang tersedia hanya Rp 48 miliar.
“Dengan kondisi itu, hanya 60.850 jiwa yang bisa kami cover sebagai PBI APBD. Fokusnya masyarakat miskin ekstrem, desil satu sampai lima,” kata Ida kepada Tribunjateng, Rabu (14/1/2026).
Penyusutan kuota ini membuat sebagian warga yang sebelumnya aman, kini terlempar dari sistem.
Meski begitu, Dinkes Batang masih menyediakan kuota darurat 850 jiwa per bulan, serta mekanisme pengaktifan ulang bagi pasien dengan kondisi medis khusus seperti Talasemia.
Menanggapi kegaduhan di lapangan, Bupati Batang, M Faiz Kurniawan menegaskan bahwa pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien kronis, tidak boleh terputus.
“Jangan sampai yang sedang kontrol rutin itu terhenti. Datanya ratusan ribu, bisa jadi ada yang miss. Kalau sakit kronis, segera lapor ke Dinkes. Insyaallah tetap dilayani,” ucap Bupati Batang.
Bupati juga meminta warga untuk tidak panik.
Jika terpaksa membayar secara mandiri karena kendala sistem, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan Dinkes dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk solusi lanjutan.
Sebagai jalan keluar, Dinkes Batang membuka opsi penggunaan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) dari kepala desa bagi warga yang secara data belum masuk desil 1 - 5, namun secara riil tergolong tidak mampu.
Selain itu, bagi peserta yang beralih ke BPJS Mandiri pada Januari 2026, pemerintah memberikan dispensasi khusus, kartu bisa langsung aktif tanpa menunggu masa verifikasi 14 hari.
Namun di balik kebijakan dan angka-angka anggaran, kisah Friantika dan pasien Talasemia lainnya menyisakan satu pesan kuat.
Bagi mereka, BPJS bukan sekadar kartu, melainkan garis tipis antara harapan dan keputusasaan antara hidup yang terus berjalan atau terhenti di ruang transfusi. (Ito)
| Menuju Zero Sampah, Pemkab Batang Perkuat Bangun TPST Sentul |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Ancam Aktivitas Warga Batang, BPBD Soroti Risiko di Wilayah Pegunungan hingga Pesisir |
|
|---|
| Kapasitas Dipangkas, Strategi Berubah TPST Sentul Andalkan Pemilahan Sampah dari Rumah |
|
|---|
| Bupati Batang Lari 5 Km Sambil Pungut Sampah, Gaungkan Kampanye Lingkungan ke Dunia |
|
|---|
| Gunakan Skema Sister City dengan Zhijiang, Pemkab Batang Fokus Tingkatkan SDM Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260114_BATANG8.jpg)