Berita Batang
Menuju Zero Sampah, Pemkab Batang Perkuat Bangun TPST Sentul
Pemerintah Kabupaten Batang terus menggenjot upaya penanganan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang terus menggenjot upaya penanganan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa langkah konkret tengah dilakukan, salah satunya melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul yang saat ini masih dalam proses lelang.
Menurut Faiz, TPST Sentul nantinya akan menjadi pusat pengelolaan sampah yang terintegrasi dan ditargetkan mampu mendorong program zero sampah di empat kecamatan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan akhir, tetapi dimulai dari pemilahan sampah di tingkat masyarakat.
Baca juga: Bupati Batang Lari 5 Km Sambil Pungut Sampah, Gaungkan Kampanye Lingkungan ke Dunia
“Konsepnya dari hulu. Masyarakat memilah sampah, lalu dikelola di tingkat desa dan kecamatan, baru masuk ke TPST Sentul,” kata Bupati Batang, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, Pemkab Batang juga memperkuat fasilitas pengolahan di wilayah perkotaan.
Tiga titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) baru disiapkan untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah di TPS pinggir jalan.
Beberapa lokasi yang direncanakan antara lain di Kelurahan Pasekaran, Kauman, serta area sekitar RSUD Batang.
Sementara TPS3R Kalipucang telah lebih dulu beroperasi.
“Harapannya, khusus Kecamatan Batang dan wilayah yang tercover TPST Sentul bisa benar-benar menuju zero sampah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang, Rusmanto, menyebutkan saat ini sudah ada sejumlah TPS3R aktif, yakni di Kalipucang Wetan, Ujungnegoro, Kedawung, dan Kepundung.
Selain itu, Batang juga memiliki TPST di Kecamatan Tersono yang telah menerapkan sistem pengolahan terintegrasi.
Di Tersono, sampah organik tidak hanya diolah menjadi kompos, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti perikanan dan budidaya, sehingga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.
“Pengolahan di sana sudah terintegrasi, jadi manfaatnya lebih terasa,” ujarnya.
Di lapangan, setiap TPS3R mampu mengolah sekitar 5 hingga 10 ton sampah per hari.
| Cuaca Ekstrem Ancam Aktivitas Warga Batang, BPBD Soroti Risiko di Wilayah Pegunungan hingga Pesisir |
|
|---|
| Kapasitas Dipangkas, Strategi Berubah TPST Sentul Andalkan Pemilahan Sampah dari Rumah |
|
|---|
| Bupati Batang Lari 5 Km Sambil Pungut Sampah, Gaungkan Kampanye Lingkungan ke Dunia |
|
|---|
| Gunakan Skema Sister City dengan Zhijiang, Pemkab Batang Fokus Tingkatkan SDM Lokal |
|
|---|
| 300 Sekolah di Batang Rusak, Perbaikan Butuh Waktu 45 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260506_batang7.jpg)