Berita Batang
185 Ton Sampah per Hari, Kebiasaan Warga Jadi Sorotan DLH Batang
Pengelolaan sampah di Kabupaten Batang masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional masih menyisahkan persoalan mendesak yang dihadapi Kabupaten Batang.
Produksi sampah yang mencapai 185 ton per hari membuat kapasitas TPA Randukuning kian tertekan.
DLH Kabupaten Batang pun menegaskan solusi tak cukup hanya mengandalkan petugas, perubahan harus dimulai dari rumah tangga.
Baca juga: Dispaperta Batang Gelar Gerakan Pasar Murah Setiap Jumat Jelang Lebaran, Tekan Harga Sembako
• Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta
Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto menyampaikan, dengan jumlah penduduk sekira 820 ribu jiwa, pengelolaan sampah menjadi tantangan besar yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Dia menekankan, persoalan sampah bukan semata volume, tetapi juga kebiasaan.
“Kalau hanya mengandalkan pengangkutan, TPA akan terus penuh."
"Kuncinya ada pada pemilahan dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” kata Rusmanto kepada Tribunjateng.com, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, masih ada kebiasaan membuang sampah sembarangan yang memperparah kondisi.
Satu di antara contohnya terlihat di TPS wilayah Pasekaran.
Meski sudah tersedia papan imbauan, sebagian warga masih membuang sampah dengan cara melempar dari kendaraan, sehingga sampah berserakan hingga ke bahu jalan.
Kondisi tersebut tak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lanjutan seperti bau tak sedap, pencemaran, hingga risiko banjir saat musim hujan akibat saluran tersumbat.
DLH telah menetapkan jadwal pembuangan sampah yakni pukul 16.00 hingga pukul 06.00.
Kebijakan ini disesuaikan jadwal pengangkutan petugas yang dimulai pukul 07.00 agar sampah tidak terlalu lama menumpuk di TPS.
Baca juga: Bapperida Batang Pastikan Suara Anak-anak Tak Lagi Sekadar Hiasan
• Lubang Misterius di Jalan Depan Kantor Disdik Kota Semarang, DPU: Ada Crossing Saluran
Namun, Rusmanto menilai, langkah paling efektif adalah membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga.
Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos atau pupuk.
| 2.646 TKA Serbu Batang, Kepala Disnaker: Jangan Sampai Warga Lokal Hanya Jadi Penonton |
|
|---|
| Galangan Kapal Batang Disiapkan Terintegrasi Giant Sea Wall, Dorong Ekonomi Maritim Lokal |
|
|---|
| Batang Siapkan Giant Sea Wall, Solusi Rob hingga Dorong Ekonomi Pesisir |
|
|---|
| Khidmat dan Meriah, Upacara HUT Ke-60 Kabupaten Batang Jadi Momentum Bangkit Bersama |
|
|---|
| Tagline Batang Bahagia di HUT ke-60, Bupati Faiz Ingin Tingkatkan Kualitas Hidup Warganya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260223-_-Kepala-DLH-Kabupaten-Batang-Rusmanto.jpg)