UNS Surakarta
Mahasiswa FIB UNS Kembangkan Bisnis Kostum Fursuit Lewat Program Wibawa UNS
Mahasiswa FIB UNS mengembangkan bisnis kreatif di bidang kostum karakter melalui Program Wibawa UNS bertajuk Fursuit Costume by Southern Ridge Studio
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan bisnis kreatif di bidang pembuatan kostum karakter melalui Program Wibawa UNS. Usaha bertajuk Fursuit Costume by Southern Ridge Studio ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan industri kreatif akan produk visual yang unik dan bernilai artistik.
Program Wibawa UNS merupakan program pendanaan dan pendampingan kewirausahaan yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis berbasis inovasi. Melalui program ini, Southern Ridge Studio memperoleh dukungan untuk mengembangkan layanan pembuatan fursuit secara profesional, mulai dari tahap perancangan hingga produksi.
Fursuit merupakan kostum karakter antropomorfik, yaitu karakter hewan yang memiliki sifat, gestur, dan ekspresi menyerupai manusia. Kostum ini umumnya digunakan dalam berbagai kegiatan seperti pameran kreatif, pertunjukan, promosi merek, konten digital, hingga acara komunitas. Dalam praktiknya, fursuit tidak hanya berfungsi sebagai kostum hiburan, tetapi juga sebagai medium ekspresi seni, identitas visual, dan storytelling karakter.
Tim pengusul Southern Ridge Studio berasal dari Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Fakultas Ilmu Budaya UNS. Mereka terdiri atas Adhitya Pradana Maheswara (B0623002), Crisseline Adinda Putri (B0623020), Rahmalia Mistafaul Ashaumi (B0623055), Loveta Putri Rustama (B0623037), dan Mishele Asher Dian (B0623039). Proyek ini dibimbing oleh Ulfah Yanuar Lianisyah, B.Ed., M.TCSOL dari Fakultas Ilmu Budaya UNS.
Southern Ridge Studio berfokus pada jasa pembuatan fursuit, yaitu kostum karakter antropomorfik yang banyak digunakan dalam kegiatan hiburan, pameran, pertunjukan, hingga kebutuhan konten digital. Permintaan terhadap fursuit terus meningkat seiring berkembangnya komunitas kreatif, industri hiburan, dan event berbasis karakter di Indonesia.
Dalam pengembangannya, Southern Ridge Studio menawarkan pembuatan fursuit secara custom dengan memperhatikan aspek desain karakter, detail visual, serta kenyamanan pengguna. Setiap produk dirancang agar memiliki identitas karakter yang kuat sekaligus fungsional saat digunakan dalam berbagai aktivitas.
Tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, proyek ini juga membawa misi pengembangan industri kreatif berbasis seni dan ekspresi budaya populer. Melalui fursuit, tim berharap dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menjadikan seni sebagai peluang usaha yang berkelanjutan.
Dukungan Program Wibawa UNS turut membantu tim dalam menyusun strategi bisnis, pengelolaan produksi, serta pemasaran digital. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Southern Ridge Studio di tengah pertumbuhan industri kreatif yang semakin kompetitif.
Ke depan, tim mahasiswa FIB UNS ini menargetkan Southern Ridge Studio dapat berkembang sebagai unit usaha kreatif yang profesional serta berkontribusi dalam memperluas ekosistem industri kreatif nasional, khususnya di bidang desain karakter dan kostum.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan bisnis kreatif di bidang pembuatan kostum karakter melalui Program Wibawa UNS. Usaha bertajuk Fursuit Costume by Southern Ridge Studio ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan industri kreatif akan produk visual yang unik dan bernilai artistik.
Program Wibawa UNS merupakan program pendanaan dan pendampingan kewirausahaan yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis berbasis inovasi. Melalui program ini, Southern Ridge Studio memperoleh dukungan untuk mengembangkan layanan pembuatan fursuit secara profesional, mulai dari tahap perancangan hingga produksi.
Fursuit merupakan kostum karakter antropomorfik, yaitu karakter hewan yang memiliki sifat, gestur, dan ekspresi menyerupai manusia. Kostum ini umumnya digunakan dalam berbagai kegiatan seperti pameran kreatif, pertunjukan, promosi merek, konten digital, hingga acara komunitas. Dalam praktiknya, fursuit tidak hanya berfungsi sebagai kostum hiburan, tetapi juga sebagai medium ekspresi seni, identitas visual, dan storytelling karakter.
Tim pengusul Southern Ridge Studio berasal dari Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Fakultas Ilmu Budaya UNS. Mereka terdiri atas Adhitya Pradana Maheswara (B0623002), Crisseline Adinda Putri (B0623020), Rahmalia Mistafaul Ashaumi (B0623055), Loveta Putri Rustama (B0623037), dan Mishele Asher Dian (B0623039). Proyek ini dibimbing oleh Ulfah Yanuar Lianisyah, B.Ed., M.TCSOL dari Fakultas Ilmu Budaya UNS.
Southern Ridge Studio berfokus pada jasa pembuatan fursuit, yaitu kostum karakter antropomorfik yang banyak digunakan dalam kegiatan hiburan, pameran, pertunjukan, hingga kebutuhan konten digital. Permintaan terhadap fursuit terus meningkat seiring berkembangnya komunitas kreatif, industri hiburan, dan event berbasis karakter di Indonesia.
Dalam pengembangannya, Southern Ridge Studio menawarkan pembuatan fursuit secara custom dengan memperhatikan aspek desain karakter, detail visual, serta kenyamanan pengguna. Setiap produk dirancang agar memiliki identitas karakter yang kuat sekaligus fungsional saat digunakan dalam berbagai aktivitas.
| Mahasiswa UNS Sukses Kembangkan Bahan Ajar Edukatif Berbasis Bahasa Mandarin |
|
|---|
| Inovasi Mahasiswa UNS Revitalisasi Wacinwa lewat Buku Cerita Anak Bergaya Modern dan Program WIBAWA |
|
|---|
| Jalan Karanggede-Wonosegoro Boyolali Bahayakan Pengendara |
|
|---|
| Peringati Dies Natalis ke-45, DWP UNS Gelar Donor Darah |
|
|---|
| Berharap (banyak) dari Kongres Aksara Jawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251222_wibawa_uns.jpg)