UIN SAIZU Purwokerto
Green Campus Kemenag: Dari Himmatu Rasul ke Arboretum Kampus UIN SAIZU
Program Green Campus Kementerian Agama dimaknai sebagai gerakan ekoteologi profetik melalui arboretum konservasi UIN SAIZU.
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
Oleh Prof. Dr. Kholid Mawardi, M.Hum, Guru Besar FUAH UIN Saizu Purwokerto
KITA hidup pada masa yang paradoks: kemampuan manusia terus meningkat, tetapi daya dukung bumi justru terus menurun. Di satu sisi, kita bangga dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi; di sisi lain, krisis lingkungan semakin nyata air bersih makin sulit, hutan terus berkurang, dan ruang terbuka hijau makin terdesak oleh pembangunan.
Ironisnya, kampus yang seharusnya menjadi pusat lahirnya solusi dan kesadaran peradaban, sering kali ikut menyumbang masalah melalui pola konsumsi energi yang boros, produksi sampah yang tinggi, serta tata ruang yang kurang ramah lingkungan. Karena itu, pertanyaan penting hari ini bukan lagi “apakah kampus perlu hijau?”, melainkan: bagaimana mungkin kampus agama tidak hijau?
Dalam konteks itulah Program Green Campus Kementerian Agama di bawah Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar patut dibaca bukan sebagai proyek teknokratik belaka, tetapi sebagai aktualisasi kontemporer ethos profetik dalam pengelolaan lingkungan.
Mosaic-Indonesia, dalam artikelnya, menafsirkan himmatu rasul sebagai energi kenabian yang menjelma dalam konservasi air, penghijauan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan penataan ruang hidup yang berkeadilan. Maka ekoteologi Menag sesungguhnya adalah langkah untuk mengembalikan kampus pada fitrahnya yang paling mula: ruang ibadah sekaligus ruang peradaban.
Tauhid yang turun ke bumi
Selama ini kita terlalu lama memenjarakan agama di mimbar dan buku teks. Padahal agama, dalam spirit kenabian, bukan hanya soal “hafal dalil”, tetapi soal menghidupkan nilai. Ekoteologi Menag mengingatkan bahwa pelestarian alam bukan aksesori, bukan tambahan, bukan program tempelan, melainkan bagian dari struktur iman.
Tauhid melahirkan kesadaran ekologis: alam bukan objek eksploitatif, melainkan ayat-ayat Tuhan. Khilafah bukan lisensi menjarah, melainkan mandat mengelola. Mizan bukan sekadar konsep, melainkan ukuran keseimbangan tata ruang dan daya dukung.
Amanah adalah etika penggunaan aset publik agar tidak boros dan tidak merusak. Rahmah adalah kepedulian kepada seluruh ekosistem, bukan hanya kepada manusia. Jika pilar-pilar ini benar-benar hidup, maka Green Campus bukan lagi poster lomba kebersihan, tetapi gerakan peradaban.
Green Campus tidak boleh berhenti di seremoni
Problem kita selama ini bukan kekurangan jargon, tetapi kekurangan keteguhan. Kita ahli membuat slogan, lemah dalam keteladanan. Menanam pohon sering berakhir sebagai foto bersama; memilah sampah sering berhenti di spanduk; hemat listrik sering kalah oleh budaya boros.
Karena itu, kekuatan pendekatan Menag terletak pada dorongan tegasnya agar Green Campus masuk ke kurikulum dan habitus kampus, bukan hanya program teknis. Di berbagai forum, Menag menekankan Green Campus sebagai wujud implementasi ekoteologi dan bagian dari agenda transformasi PTKI.
Kalimat ini penting: artinya kampus hijau tidak dipahami sebagai “kegiatan insidental”, melainkan etika yang dilembagakan.
Menjaga tanah negara: mengembalikan khilafah pada makna amanah
Ada satu titik penting yang kerap luput dalam diskusi ekologi: tanah. Bukan tanah dalam arti metafora, melainkan tanah secara nyata: aset negara, lahan kampus, ruang publik. Menag berulang kali menegaskan bahwa tanah milik negara harus dimanfaatkan untuk mendukung Green Campus, bukan dibiarkan terbengkalai atau jatuh pada komersialisasi sempit.
| UIN Saizu Purwokerto Perkuat Transformasi Digital Lewat Forum PTIPD Nasional 2026 di Medan |
|
|---|
| Kesempatan Emas, P2B UIN Saizu Segera Buka Seleksi Mitra Katering untuk Kampus 2 di Purbalingga |
|
|---|
| Bangun Komunikasi Terbuka, Senat Mahasiswa dan Dekanat Fakultas Syariah UIN Saizu Perkuat Sinergi |
|
|---|
| KKN Berdampak Angkatan 58 UIN Saizu Purwokerto Siap Digelar, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Puisi Anggota LK Nura UIN Saizu Dimuat di Website Asosiasi Sastrawan Goyang Korea Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260117-green-uinsaizu.jpg)