UIN SAIZU Purwokerto
Green Campus Kemenag: Dari Himmatu Rasul ke Arboretum Kampus UIN SAIZU
Program Green Campus Kementerian Agama dimaknai sebagai gerakan ekoteologi profetik melalui arboretum konservasi UIN SAIZU.
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
Dalam kacamata profetik, ini bukan isu administrasi, tetapi ujian amanah. Tanah negara bukan ruang dagang yang boleh diperdagangkan seenaknya. Ia titipan publik, bahkan titipan generasi. Ketika lahan kampus dipertahankan sebagai ruang hijau, ia bukan hanya menyimpan karbon dan menyerap air; ia sedang merawat masa depan.
UIN SAIZU: ketika ekoteologi menjadi wajah kampus
Jika ada yang bertanya “contoh konkret Green Campus itu seperti apa?”, jawabnya ada di sini tak jauh dari denyut Banyumas dan Purbalingga: Kampus II UIN SAIZU di Purbalingga sedang disiapkan menjadi arboretum konservasi/laboratorium alam terbuka, dengan gerakan penanaman pohon langka secara berkelanjutan.
Ini bukan simbolik. Ini serius. UIN SAIZU menyebut Kampus II sebagai refugium, habitat aman bagi flora langka, sekaligus ruang pendidikan ekologis. Bahkan program ini juga didukung dan dibingkai sebagai model konservasi strategis bersama Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), menunjukkan bahwa kampus keagamaan dapat berdiri di garda depan penyelamatan biodiversitas.
Lebih menarik lagi: gerakan ini tidak berjalan tanpa subjek. Ia melibatkan Prodi Ilmu Lingkungan dan komunitas mahasiswa yang artinya ekoteologi benar-benar turun menjadi habitus akademik. HMPS Ilmu Lingkungan UIN SAIZU, misalnya, menggelar aksi kolektif penanaman flora endemik di Kampus II sebagai bagian pendidikan dan kesadaran ekologis.
Maka di titik ini, Green Campus bukan narasi pusat yang “diturunkan” ke daerah. Ia menjadi gerakan yang “tumbuh” dari kampus: dari Banyumas-Purbalingga, dari ruang-ruang belajar, dari mahasiswa, dari kebijakan institusi.
Dari kampus ke publik: ekoteologi sebagai kebijakan peradaban
Apa makna strategis dari arboretum konservasi pohon langka di Kampus II UIN SAIZU?
Pertama, ia adalah bukti bahwa kampus Islam mampu bergerak dari retorika ke institusi: ada ruang, ada kebijakan, ada ekosistem, ada keberlanjutan program.
Kedua, ia menegaskan bahwa agama tidak boleh netral terhadap krisis iklim dan kepunahan hayati. Netralitas pada bencana ekologis adalah bentuk lain dari pembiaran.
Ketiga, ia memperlihatkan bahwa Green Campus sesungguhnya adalah pendidikan karakter tingkat tinggi: bukan sekadar IPK, tetapi akhlak ekologis.
Jika konsep himmatu rasul adalah energi profetik yang bekerja menjaga kehidupan, maka arboretum konservasi di Kampus II UIN SAIZU adalah salah satu bentuk paling konkret dari energi itu di masa kini: menjaga yang langka, merawat yang rapuh, melindungi yang terancam punah.
Penutup: kampus hijau atau kampus kehilangan ruh
Green Campus Kemenag akan menjadi tonggak penting bila ia sungguh mengubah kampus dari “pabrik ijazah” menjadi “laboratorium peradaban”. Dan UIN SAIZU memberi pelajaran kuat: ketika kampus berani menjadikan lahan sebagai taman konservasi, ia sedang menyatakan kepada publik bahwa agama bukan sekadar penghibur spiritual, melainkan kekuatan etis penyelamat kehidupan.
Kini pertanyaannya bukan lagi “siapa yang ikut program Green Campus”, tetapi: siapa yang berani menjadikan kampus sebagai rahmat bagi seluruh ekosistem? Sebab di era krisis iklim, kampus Islam yang tidak hijau sesungguhnya sedang mempertaruhkan satu hal yang tak bisa diganti oleh pemeringkatan apa pun: legitimasi moralnya. (***)
| UIN Saizu Purwokerto Perkuat Transformasi Digital Lewat Forum PTIPD Nasional 2026 di Medan |
|
|---|
| Kesempatan Emas, P2B UIN Saizu Segera Buka Seleksi Mitra Katering untuk Kampus 2 di Purbalingga |
|
|---|
| Bangun Komunikasi Terbuka, Senat Mahasiswa dan Dekanat Fakultas Syariah UIN Saizu Perkuat Sinergi |
|
|---|
| KKN Berdampak Angkatan 58 UIN Saizu Purwokerto Siap Digelar, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Puisi Anggota LK Nura UIN Saizu Dimuat di Website Asosiasi Sastrawan Goyang Korea Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260117-green-uinsaizu.jpg)