Readers Note
Ketika Orang Tua Lebih Takut Netizen daripada Masa Depan Anak
Media sosial telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, termasuk cara orang tua mendidik anak.
Keberanian dalam Mengasuh
Di tengah derasnya arus penilaian publik, solusi terpenting adalah mengembalikan keberanian orang tua dalam mengasuh secara sadar dan bertanggung jawab. Keberanian untuk belajar dari ilmu yang kredibel, bukan sekadar tren. Keberanian untuk bersikap tegas dengan empati, meskipun tidak selalu populer. Keberanian untuk menjaga privasi anak dan tidak menjadikan mereka alat validasi sosial.
Orang tua juga perlu membangun literasi digital yang sehat, termasuk kemampuan memilah informasi, memahami bias algoritma, dan menetapkan batas antara ruang privat keluarga dan ruang publik media sosial. Dukungan lingkungan, sekolah, dan komunitas pengasuhan yang saling menguatkan, bukan saling menghakimi, menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem parenting yang lebih waras.
Pada akhirnya, netizen tidak akan hadir saat anak menghadapi krisis identitas, kegagalan, atau tantangan hidup di masa depan. Yang akan hadir adalah pola asuh yang ditanamkan sejak dini. Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna di mata publik, melainkan orang tua yang berani berpikir jauh melampaui viral hari ini, demi masa depan yang sedang mereka bangun secara perlahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/elinda-Dosen-prodi-PGSD-Unisri-Surakarta.jpg)