Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Bertambah Empat Profesor Baru, Direktur Pascasarjana UIN Saizu: Bukti Nyata Lompatan Akademik Kampus

UIN Saizu kukuhkan 4 profesor baru, perkuat riset, kualitas akademik, dan daya saing kampus di tingkat nasional hingga global.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
UIN Saizu kukuhkan 4 profesor baru, perkuat riset, kualitas akademik, dan daya saing kampus di tingkat nasional hingga global. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Moh. Roqib mengaku bersyukur, dengan capaian prestisius bertambahnya empat guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu.

Keempat profesor UIN Saizu Purwokerto yang dikukuhkan adalah Prof. Achmad Siddiq sebagai Guru Besar Fikih Wakaf, Prof. Supani sebagai Guru Besar Hukum Perdata Islam, Prof. Hariyanto sebagai Guru Besar Hukum Pemerintahan Daerah, serta Prof. Nita Triana sebagai Guru Besar Hukum Lingkungan.

Selain menjadi dosen di Fakultas Syariah, mereka juga menjadi pendidik di Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto. Direktur Pascasarjana menilai peningkatan jumlah profesor ini sebagai indikator kemajuan signifikan institusi.

Pengukuhan berlangsung di Auditorium UIN Saizu Purwokerto, pada Selasa, 14 April 2026.

Prof. Roqib menyampaikan bertambahnya empat profesor baru bukan sekadar pencapaian individu, tetapi juga refleksi dari kemajuan ekosistem akademik di lingkungan Pascasarjana UIN Saizu.

Menurutnya, kehadiran profesor baru akan memperkuat tradisi keilmuan, memperkaya riset interdisipliner, serta meningkatkan daya saing kampus di tingkat nasional maupun global.

“Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga energi baru bagi pengembangan akademik. Profesor memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui ilmu,” ujarnya. Dia menegaskan pentingnya progresivitas karier akademik di kalangan dosen. 

Dia kembali mengingatkan komitmen Pascasarjana dalam mendorong peningkatan kualifikasi akademik secara berkelanjutan.

“Jika sudah Magister harus menjadi doktor, dan jika sudah doktor harus menjadi profesor. Ini adalah jalan akademik yang harus ditempuh dengan komitmen dan integritas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut selama ini menjadi semangat yang terus digaungkan di lingkungan Pascasarjana sebagai upaya membangun budaya akademik unggul dan kompetitif.

Dia juga menilai, bertambahnya jumlah guru besar akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Para profesor diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial, hukum, dan lingkungan.

Selain itu, keberadaan mereka dinilai strategis dalam membimbing generasi akademisi muda agar mampu berkembang dan berkontribusi secara nyata bagi bangsa.

Dengan capaian ini, Pascasarjana UIN Saizu semakin optimistis memperkuat posisinya sebagai pusat keilmuan yang progresif, integratif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban. 

Sivitas akademika pun berharap para profesor yang baru dikukuhkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menapaki jenjang akademik tertinggi. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved