Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Amelia Kuliah sambil Kerja hingga Subuh, Jadi Wisudawan Terbaik di UIN Walisongo

Tidak semua wisudawan terbaik lahir dari rasa percaya diri tinggi atau target besar sejak awal kuliah.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Amelia Fitriana, wisudawan terbaik Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK), dalam prosesi wisuda Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Periode Mei 2026 yang digelar Sabtu (23/5/2026) di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub. 

Namun temannya tetap berbagi satu bungkus mi instan dan sebagian sayur.

“Dari situ saya benar-benar belajar arti keikhlasan,” katanya.

Ada pula kisah lain yang tak kalah membekas. Seorang teman pernah rela semalaman tidak tidur untuk merawat Amelia yang sakit tifus akibat kelelahan menjalani kuliah, organisasi, dan pekerjaan secara bersamaan.

“Dia menjaga saya semalaman, memijat dan mengompres saya padahal besoknya harus kuliah dan presentasi. Sampai sekarang kami masih berteman,” ujarnya haru.

Meski sempat aktif di LPM EDUKASI, komunitas Kopi Perubahan, dan organisasi daerah mahasiswa Pati, Amelia akhirnya memilih mengurangi aktivitas organisasi karena keterbatasan waktu.

Namun baginya, organisasi tidak pernah menjadi musuh prestasi akademik. Yang terpenting adalah keberanian untuk terus bertanya, berdiskusi, dan percaya diri tampil di ruang publik—sesuatu yang justru ia sesali belum cukup ia lakukan selama kuliah.

“Kalau bisa kembali ke masa mahasiswa baru, saya ingin lebih percaya diri tampil di publik,” katanya.

Untuk adik tingkat, Amelia punya pesan yang lugas: jangan pesimis, jangan terlalu terdistraksi urusan percintaan, dan tetap fokus pada tujuan.

Ia bahkan memiliki mantra pribadi yang sederhana namun kuat: If I want it, I get it.

“Memang terdengar obsesif, tapi itu membakar semangat saya. Tentu tetap harus di jalan yang benar,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, setelah lulus, Amelia tengah mencari peluang kerja baru di kawasan Tembalang sambil tetap menyimpan mimpi melanjutkan studi magister jika rezeki memungkinkan.

Di akhir percakapan, Amelia menyampaikan satu hal yang terasa sederhana tetapi tulus: kebanggaannya terhadap almamater.

“Saat teman-teman malu memakai almamater hijau neon, saya justru bangga,” katanya.

Kisah Amelia Fitriana menunjukkan bahwa wisudawan terbaik tidak selalu lahir dari mereka yang merasa paling hebat.

Kadang, ia tumbuh dari mahasiswa pekerja yang tidur menjelang subuh, bertahan di tengah keterbatasan, dan percaya bahwa usaha kecil yang dilakukan setiap hari pada akhirnya akan menemukan jalannya menuju kebanggaan.(***)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved