Berita Semarang
Lalin Jalan Silayur Dinilai Lebih Lancar, Pengendara Soroti Gelombang Jalan dan Risiko Tanjakan
Kondisi lalu lintas di jalan Prof Dr Hamka, tepatnya di tanjakan Silayur, wilayah Ngaliyan, Kota Semarang.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
Terkait pemasangan portal pembatas kendaraan di kawasan Silayur, Ilham menilai kebijakan tersebut membawa dampak terhadap kelancaran lalu lintas, khususnya pada jam sibuk pagi hari.
"Ya mungkin ada efeknya juga sih. Di jam-jam yang mungkin padat jadi lebih aman, enggak macet," ujarnya.
Ia mengatakan, sebelum ada portal, kemacetan kerap dipicu kendaraan besar seperti truk.
Saat ini, menurutnya, waktu tempuh dari rumah menuju pusat Kota Semarang menjadi lebih singkat dibanding sebelumnya.
"Dulu itu sering banget macet, terutama kan itu Ngaliyan. Mungkin (waktu tempuhnya) jadi sekitar 45 menit kalau macet. Tapi kalau sekarang lancar ya 30-35 menit," ujarnya.
Selain mempercepat perjalanan, Ilham juga mengaku merasa pemasangan portal membuat pengendara lebih tenang saat melintas di kawasan tersebut.
"Rasa enggak terlalu was-was. Soalnya kan dulu mungkin yang takut, amit-amit, ada rem blong gitu, jadi lebih was-was lah," katanya.
Meski demikian, ia menilai jalur tanjakan Silayur tetap memiliki risiko tinggi, terutama ketika kendaraan besar melintas pada malam hari.
"Ya mungkin sebenarnya sih tanjakan itu tetap masih berbahaya juga gitu loh," ucapnya.
Sementara itu, warga Ngaliyan lainnya, Kusuma (30) menilai kondisi lalu lintas di kawasan Silayur menjadi lebih aman setelah adanya pemasangan portal pembatas kendaraan besar.
"Sebagai warga Ngaliyan, aku merasa lebih aman sih," ujarnya.
Menurutnya, sebelum ada portal, kendaraan besar dengan muatan berat masih sering melintas pada jam-jam sibuk, terutama pagi dan sore hari. Kondisi tersebut kerap menimbulkan rasa khawatir bagi pengendara lain.
"Jadi kalau dulu itu kan kayak kendaraan-kendaraan besar, apalagi jam-jam ramai pagi atau sore, terutama itu jam-jam itu dulu masih ada kendaraan besar di atas 8 MST (muatan sumbu terberat) itu sering lewat. Jadi itu kayak yang kita miris gitu, yang deg-degan. Apalagi kalau ada di belakang atau samping atau saat tanjakan itu kita ada di belakang," katanya.
Ia mengaku kini lebih tenang karena kendaraan besar yang melintas dinilai lebih terkendali dan tidak lagi didominasi truk bermuatan berlebih.
“Sekarang sekalipun ada truk tapi kan truknya yang kecil, terus enggak ada yang overload juga gitu kan, enggak yang Odol gitu," ujarnya.
Meski demikian, Kusuma menyebut kebijakan portal juga berdampak pada kendaraan tertentu seperti bus ziarah yang harus mengambil jalur lebih jauh.
| Siasat "Paket Kilat" Sabu, Sindikat Narkoba Kirim Lewat Jasa Ekspedisi |
|
|---|
| Penyebab Kebakaran di Pabrik Sriboga Flour Mill Semarang: Ada Gesekan Conveyor Karet |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Sriboga Tanjung Emas Semarang |
|
|---|
| Peristiwa Sebelum Pria Bertato Ditemukan Bersimbah Darah di Semarang, Tak Seperti Dugaan Awal |
|
|---|
| Kasus Leptospirosis di Semarang Melonjak, Dinkes Gencarkan Program Gembira Ria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260510_portal-pembatas-kendaraan-di-Silayur-Ngaliyan-Semarang_1.jpg)