Berita Semarang
Lalin Jalan Silayur Dinilai Lebih Lancar, Pengendara Soroti Gelombang Jalan dan Risiko Tanjakan
Kondisi lalu lintas di jalan Prof Dr Hamka, tepatnya di tanjakan Silayur, wilayah Ngaliyan, Kota Semarang.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kondisi lalu lintas di jalan Prof Dr Hamka, tepatnya di tanjakan Silayur, wilayah Ngaliyan, Kota Semarang, dinilai mengalami perubahan setelah adanya pemasangan portal pembatas kendaraan.
Meski begitu, sejumlah persoalan infrastruktur jalan dan risiko di jalur tanjakan masih menjadi perhatian pengguna jalan.
Satu di antara pengendara, Ilham (27) mengaku hampir setiap hari melintasi jalur tersebut untuk berangkat kerja dari wilayah Mijen menuju kawasan Simpang Lima Semarang.
Baca juga: Tanjakan Silayur Dijaga Ketat, 50 Truk Dipaksa Putar Balik Setiap Hari di Semarang
"Ya setiap hari kalau berangkat kerja saya lewat jalan Silayur. Sampai weekend juga kalau ada urusan turun, ya lewatnya Silayur juga," kata Ilham kepada Tribun Jateng, Selasa (12/5/2026).
Ia mengatakan, pada hari kerja dirinya biasanya melintas pada jam berangkat kantor, sementara akhir pekan lebih sering melintas pada siang hingga sore hari.
"Weekday ya biasa berangkat di jam-jam berangkat kantor. Weekend biasanya siang gitu sih, siang ke sore gitu," katanya.
Ilham mengaku telah lama melewati jalur tersebut sejak masa kuliah. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir terdapat sejumlah perubahan kondisi jalan, meski karakter tanjakan dinilai masih sama seperti dulu.
Ia menyebut terdapat beberapa titik jalan bergelombang yang cukup mengganggu, terutama di jalur arah turun.
"Perubahannya mungkin kadang ada kayak tambalan-tambalan seperti itu rata. Itu ya kadang usaha lagi, kayak tadi pagi ya contohnya kan aku sudah sering lewat, jadi tahu beberapa titik lubang yang lumayan," katanya.
Namun, ia mengaku merasakan kerusakan lebih berupa gelombang jalan dibanding lubang besar.
"Lebih ke gelombang-gelombang, di bagian kanan jalan," ujarnya.
Menurut Ilham, titik yang paling terasa berada di jalur arah turun dan berada di bagian tengah jalan.
"Yang paling agak parah itu yang arah turun. Yang arah naik itu sedikit," katanya.
Selain gelombang jalan, ia juga menyoroti adanya patahan jalan di sekitar akses Permatapuri menuju tanjakan Silayur yang dinilai membuat kendaraan harus memperlambat laju saat hendak menanjak.
"Permatapuri mau naik ke Silayur itu ada kayak patahan lewat jalan gede (besar). Jadi kalau lewat situ enggak mungkin bisa ngebut. Jadi mau nanjak malah ibaratnya enggak bisa ancang-ancang," tuturnya.
| Siasat "Paket Kilat" Sabu, Sindikat Narkoba Kirim Lewat Jasa Ekspedisi |
|
|---|
| Penyebab Kebakaran di Pabrik Sriboga Flour Mill Semarang: Ada Gesekan Conveyor Karet |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Sriboga Tanjung Emas Semarang |
|
|---|
| Peristiwa Sebelum Pria Bertato Ditemukan Bersimbah Darah di Semarang, Tak Seperti Dugaan Awal |
|
|---|
| Kasus Leptospirosis di Semarang Melonjak, Dinkes Gencarkan Program Gembira Ria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260510_portal-pembatas-kendaraan-di-Silayur-Ngaliyan-Semarang_1.jpg)