Berita Semarang
Lalin Jalan Silayur Dinilai Lebih Lancar, Pengendara Soroti Gelombang Jalan dan Risiko Tanjakan
Kondisi lalu lintas di jalan Prof Dr Hamka, tepatnya di tanjakan Silayur, wilayah Ngaliyan, Kota Semarang.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
"Jadi misalnya ke tempatku itu dia harus lewatnya Mangkang. Jadi kayak yang jalan tembus Mangkang, mungkin rutenya kayak lebih lebih panjang gitu. Kalau dulu kan bisa ya, itu karena ada pemasangan portal kan dia ndak bisa lewat jalur Jerakah itu atau lewat yang atas itu lewat yang Kedungpane," katanya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut kerap menjadi pembicaraan warga setempat ketika ada kegiatan rombongan atau perjalanan ziarah.
"Itu kalau ceritanya orang-orang RT-ku yang kemarin itu kayak misalnya ada ziarah atau apa itu bilangnya ya sekarang mesti diputer-puterin, nggak kayak yang dulu. Soalnya ada aturan portal itu," ujarnya.
Namun secara umum, ia menilai kondisi lalu lintas untuk kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil menjadi lebih aman dibanding sebelumnya.
"Aman enggak yang kayak dulu," katanya.
Dari sisi kemacetan, Kusuma menilai kepadatan kendaraan di wilayah Ngaliyan masih terjadi di sejumlah titik tertentu, terutama pada jam kerja dan jam pulang kantor. Namun menurutnya, kemacetan saat ini bukan lagi dipicu kendaraan besar.
"Kayak yang pasti itu yang macet itu di area putar balik pedotan kayak yang di segitiga emasnya yang di bawah itu loh yang kemarin kecelakaan itu," ujarnya.
Ia menilai kondisi kawasan Ngaliyan saat ini lebih tertata dibanding sebelumnya. Kusuma juga mengapresiasi upaya petugas Dinas Perhubungan yang dinilai aktif melakukan pengawasan di lapangan.
"Semakin tertata. Apalagi kayak lihat effort-nya petugas Dishub," katanya.
Meski kondisi lalu lintas dinilai membaik, Kusuma menilai masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama terkait drainase di kawasan turunan Silayur.
“Di di turunan Silayur itu kalau hujan, itu kayak drainase-nya masih ngalir di jalan, ndak yang masuk di gotnya," ujarnya.
Menurutnya, aliran air yang melintas di badan jalan cukup mengganggu pengendara dan turut memicu kerusakan jalan di sejumlah titik.
Baca juga: Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya
"Itu sih kayak limpasan airnya itu mesti kena ke pengendara," katanya.
Ia berharap sistem drainase di kawasan tersebut dapat diperbaiki agar aliran air hujan dapat langsung masuk ke saluran pembuangan dan tidak menggenangi jalan.
"Kalau bisa dibenahi untuk sistem drainasenya. Biar air itu gimana caranya mengalir, terus bagaimana caranya air itu masuk ke drainase itu," ujarnya. (Adv/idy)
| Siasat "Paket Kilat" Sabu, Sindikat Narkoba Kirim Lewat Jasa Ekspedisi |
|
|---|
| Penyebab Kebakaran di Pabrik Sriboga Flour Mill Semarang: Ada Gesekan Conveyor Karet |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Sriboga Tanjung Emas Semarang |
|
|---|
| Peristiwa Sebelum Pria Bertato Ditemukan Bersimbah Darah di Semarang, Tak Seperti Dugaan Awal |
|
|---|
| Kasus Leptospirosis di Semarang Melonjak, Dinkes Gencarkan Program Gembira Ria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260510_portal-pembatas-kendaraan-di-Silayur-Ngaliyan-Semarang_1.jpg)