Semarang
Semarang Panas Ekstrim, Waspada Flu Tropis Picu Lonjakan ISPA, Dehidrasi, dan Heat Stroke
Cuaca ekstrem belakangan ini yang terjadi di Kota Semarang bukan hanya membuat tubuh gerah, tapi juga memicu berbagai penyakit.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
Untuk pencegahan, dr Muchlis menekankan pentingnya hidrasi.
“Kebanyakan orang Indonesia cuma minum waktu makan saja. Padahal kebutuhan kita delapan gelas sehari. Kurangi kopi dan minuman berkafein karena justru memperparah kehilangan cairan,” sarannya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, mengenakan pakaian berwarna terang, serta beristirahat di tempat teduh bagi yang bekerja di luar.
“Pastikan sirkulasi udara di rumah baik, dan jangan merokok di dalam ruangan,” tegasnya.
Sebagai catatan khusus, dr Muchlis meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA, dehidrasi, penyakit kulit, serta lonjakan tekanan darah akibat perubahan cuaca ekstrem.
“Pola konsumsi juga perlu dijaga. Jangan makan terlalu berat yang banyak karbohidrat, pilih buah kaya cairan seperti semangka, melon, timun, dan duku,” tutupnya. (Rad)
| Tren Penggunaan CCTV di Semarang Naik 20 Persen, Kini Tak Sekadar Alat Keamanan |
|
|---|
| Kegiatan RT Sejak Januari Bisa Diganti Pakai BOP, Pemkot Semarang Buka Skema Reimburse |
|
|---|
| Transaksi Properti Melambat, AREBI Jateng Dorong Broker Bersertifikasi dan Lebih Profesional |
|
|---|
| Tak Dapat MBG Akhir-akhir Ini? Ratusan SPPG di wilayah KPPG Semarang Ditutup Akibat IPAL Jelek |
|
|---|
| Ketika Langit Semarang Berwarna Jingga, Orang-orang Mendadak Lupa Pulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tanah-mengering-di-sekitar-Waduk-Vinuela-Spanyol-dampak-gelompang-panas-ekstrem-Eropa.jpg)