Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dugderan Kota Semarang 2026 Siap Digelar, Ini Rangkaian Kegiatannya

Pemkot Semarang bersiap-siap menggelar tradisi tahunan Dugderan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
PASAR DUGDERAN - Persiapan Pasar Dugderan di kawasan Alun-alun Kauman Semarang, Jumat (6/2/2026). Pasar Dugderan berlangsung mulai 7 hingga 16 Februari 2026, dengan pembukaan simbolis oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemkot Semarang bersiap-siap menggelar tradisi tahunan Dugderan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan.

Dugderan tahun ini memiliki penekanan khusus pada nilai toleransi dan akulturasi budaya, dimana beriringannya dengan Tahun Baru Imlek.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, Dugderan 2026 melibatkan seluruh unsur agama dan kepercayaan di Kota Semarang.

Baca juga: RESMI, PSIS Semarang Pinjam Ibrahim Sanjaya dari Persis Solo

Buron 10 Tahun, Ini Wajah Hengky Penipu Rp566 Juta, Ditangkap Rabu Malam di Solo

"Karena beriringan dengan perayaan Imlek, sehingga kami lebih menekankan pada toleransi dan akulturasi antar budaya serta antarumat beragama."

"Kami akan mengedepankan semua unsur agama dan kepercayaan ikut serta dalam pelaksanaan dugderan kali ini," jelas Iin, sapaan Indriyasari, Jumat (6/2/2026).

Rangkaian Dugderan yang digelar pada 16 Februari 2026 ini diawali karnaval anak sekolah yang dimulai dari Balai Kota Semarang hingga Paragon.

Selanjutnya mereka akan dijemput di kawasan Jalan MH Thamrin.

Setelah karnaval pelajar, acara dilanjutkan karnaval Dugderan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama dan kepercayaan.

Prosesi utama Dugderan dilakukan di tiga lokasi. Balai Kota Semarang sebagai tempat upacara, dilanjutkan penabuhan beduk, kemudian arak-arakan menuju Masjid Agung Semarang (MAS).

Di kawasan Alun-alun Kauman atau Alun-alun Semarang, rangkaian acara diisi pembacaan Suhuf Halaqah, kemudian pembagian kue ganjel rel, serta pembagian air minum khataman Alquran kepada masyarakat.

Selanjutnya rombongan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk diterima oleh Gubernur Jawa Tengah.

Baca juga: Semarang Punya Modal Besar Industri Wellness, Jamu hingga Spa Tradisional Siap Naik Kelas

Terungkap, Penyebab Anak Bakar Rumah di Pati: Ayah Lagi Berduaan dengan Wanita Bukan Ibunya

Namun, Indriyasari menegaskan bahwa tidak ada arak-arakan atau pengawalan dari Masjid Agung Semarang menuju MAJT.

"Jadi mohon masyarakat bisa menyesuaikan," terangnya.

Sementara itu, untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, lanjut dia, penutupan jalan akan dilakukan secara terkoordinasi dan diupayakan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain karnaval, rangkaian Dugderan juga dimeriahkan Pasar Dugderan yang berada di bawah koordinasi Dinas Perdagangan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved