Berita Semarang
Dugderan Kota Semarang 2026 Siap Digelar, Ini Rangkaian Kegiatannya
Pemkot Semarang bersiap-siap menggelar tradisi tahunan Dugderan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemkot Semarang bersiap-siap menggelar tradisi tahunan Dugderan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan.
Dugderan tahun ini memiliki penekanan khusus pada nilai toleransi dan akulturasi budaya, dimana beriringannya dengan Tahun Baru Imlek.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, Dugderan 2026 melibatkan seluruh unsur agama dan kepercayaan di Kota Semarang.
Baca juga: RESMI, PSIS Semarang Pinjam Ibrahim Sanjaya dari Persis Solo
• Buron 10 Tahun, Ini Wajah Hengky Penipu Rp566 Juta, Ditangkap Rabu Malam di Solo
"Karena beriringan dengan perayaan Imlek, sehingga kami lebih menekankan pada toleransi dan akulturasi antar budaya serta antarumat beragama."
"Kami akan mengedepankan semua unsur agama dan kepercayaan ikut serta dalam pelaksanaan dugderan kali ini," jelas Iin, sapaan Indriyasari, Jumat (6/2/2026).
Rangkaian Dugderan yang digelar pada 16 Februari 2026 ini diawali karnaval anak sekolah yang dimulai dari Balai Kota Semarang hingga Paragon.
Selanjutnya mereka akan dijemput di kawasan Jalan MH Thamrin.
Setelah karnaval pelajar, acara dilanjutkan karnaval Dugderan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama dan kepercayaan.
Prosesi utama Dugderan dilakukan di tiga lokasi. Balai Kota Semarang sebagai tempat upacara, dilanjutkan penabuhan beduk, kemudian arak-arakan menuju Masjid Agung Semarang (MAS).
Di kawasan Alun-alun Kauman atau Alun-alun Semarang, rangkaian acara diisi pembacaan Suhuf Halaqah, kemudian pembagian kue ganjel rel, serta pembagian air minum khataman Alquran kepada masyarakat.
Selanjutnya rombongan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk diterima oleh Gubernur Jawa Tengah.
Baca juga: Semarang Punya Modal Besar Industri Wellness, Jamu hingga Spa Tradisional Siap Naik Kelas
• Terungkap, Penyebab Anak Bakar Rumah di Pati: Ayah Lagi Berduaan dengan Wanita Bukan Ibunya
Namun, Indriyasari menegaskan bahwa tidak ada arak-arakan atau pengawalan dari Masjid Agung Semarang menuju MAJT.
"Jadi mohon masyarakat bisa menyesuaikan," terangnya.
Sementara itu, untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, lanjut dia, penutupan jalan akan dilakukan secara terkoordinasi dan diupayakan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain karnaval, rangkaian Dugderan juga dimeriahkan Pasar Dugderan yang berada di bawah koordinasi Dinas Perdagangan.
| Long Weekend dan Musim Timur Bawa Berkah, Pelaku Wisata Mancing di Semarang Kebanjiran Order |
|
|---|
| Memaknai Kenaikan Yesus Kristus, Pdt Andreas Ajak Umat Bersukacita |
|
|---|
| Liburan Berujung Maut, Siswa SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang |
|
|---|
| "Ada yang Sempat Tak Mau Makan 7 Bulan" Cerita Petugas Damkar Semarang Rawat Ular Hasil Rescue |
|
|---|
| Menengok Koleksi Ular Unik di Mako Damkar, Harga Ball Python Capai Rp5 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260206-_-Persiapan-Pasar-Dugderan-Kota-Semarang-2026.jpg)