Berita Semarang
Organda Semarang Usul Hapus Pertalite Asal Transportasi Massal Digratiskan
Organda Kota Semarang menilai kebijakan energi saat ini perlu diimbangi dengan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat transportasi massal.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
“Saya lebih suka kalau pemerintah itu bikin transportasi umum yang keren seperti di Jepang, semuanya terintegrasi, ada kereta, bus.
Kalau kendaraan pribadi selama ini menurut saya terlalu banyak dan bikin macet dan saya sendiri tidak terlalu suka mobilitas.
Kirim barang pakaian dagangan kalau bisa pakai robot seperti di China atau kereta saja,” kata dia.
Baca juga: Organda Pelabuhan Tanjung Emas Dorong Kelancaran Distribusi Solar Bersubsidi
Di sisi lain, Gunawan (34), warga Mijen yang bekerja di sektor lapangan, menilai kendaraan pribadi masih menjadi kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kalau saya tetap butuh motor pribadi, karena mobilitas saya untuk kanvas atau menawarkan produk dari perusahaan tempat saya bekerja.
Harus blusukan ke rumah warga, ke instansi, dan itu mobilitasnya sangat tinggi. Sulit kalau pakai transportasi umum dengan kondisi sekarang,” pungkasnya. (rez)
| Sosok Madina Gadis Tunarungu di Semarang, Jadi Desainer Hasil Otodidak, Ngaku Sempat Diremehkan |
|
|---|
| Polder Tawang dan Tanjungmas Jadi Sarang Ikan Sapu-sapu, Pemkot Semarang Mulai Lakukan Pemetaan |
|
|---|
| Gadis 15 Tahun di Semarang Utara Diduga Dibakar Pamannya, Polisi Kejar Pelaku |
|
|---|
| Duduk Perkara Remaja 15 Tahun asal Semarang Diduga Dibakar Pamannya karena Menolak Disuruh Mandi |
|
|---|
| BPJN Bantah Perbaikan Gombel Lama Terkait Pembangunan Pakuwon Mall, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260421_Ketua-DPC-Organda-Semarang-Bambang-Pranoto-Purnomo-soal-kenaikan-harga-BBM_1.jpg)