Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Riset AI Kesehatan di Semarang, Diagnosis Kanker Serviks Ditargetkan Lebih Dini

Sejumlah peneliti di Kota Semarang tengah mengembangkan sistem diagnosis berbasis citra yang ditargetkan memiliki akurasi hingga 95 persen.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D.
WAWANCARA - Ketua IKA Medica-Imesra Semarang Raya, dr Cipta Pramana, menambahkan pihaknya mendorong agar riset-riset kesehatan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. 

Menurutnya, selama ini industri farmasi nasional belum sepenuhnya mandiri dan masih didominasi pengemasan ulang bahan impor.

Hal itu membuat harga obat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan berpotensi menekan daya beli masyarakat.

“Kalau tidak ada upaya kemandirian, sektor kesehatan akan terus rentan. Makanya riset dan inovasi itu penting,” tegasnya.

Ketua IKA Medica-Imesra Semarang Raya, dr Cipta Pramana, menambahkan bahwa pihaknya mendorong agar riset-riset kesehatan dapat langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

“Selama ini banyak penelitian berhenti di publikasi. Kami ingin riset bisa berlanjut ke tahap hilirisasi, jadi produk atau metode yang bisa digunakan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

“Kita harus mulai dari kebutuhan. Dari situ baru diformulasikan jadi solusi,” tegasnya.

Kegiatan ini disampaikan dalam momentum silaturahmi Halal bi Halal yang juga dirangkaikan dengan peluncuran Yayasan Tri Dharma Cipta Cendekia (TDC) dan Jurnal Alumni FK Undip, yang diselenggarakan oleh IKA Medica Undip Kompartemen Semarang Raya dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 H. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved