Tribunjateng Hari ini
Maryam Terseret Arus saat Cek Tanggul Sungai Plumbon yang Jebol
Banjir yang terjadi di Kota Semarang, pada Jumat (16/5/2026) malam, memakan dua korban jiwa.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Semarang, Nur Mustofa mengatakan, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kondisi tubuh membiru akibat terlalu lama berada di air.
“Korban perempuan, rambut panjang ikal dan tubuh agak gemuk. Saat ditemukan pakaian luar sudah terlepas,” ujar Mustofa.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard mengatakan, saat kejadian korban sedang melintas dengan sepeda motor.
"Menurut keterangan dari bapak kandung korban, sekitar pukul 17.00 korban berangkat dari rumah di Perbalan, Purwosari, Semarang Utara, menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna krem bernomor polisi H 5226 EAA menuju Kawasan Industri Gatot Subroto (Gatsu) Ngaliyan," kata Aliet, Sabtu.
Korban diduga terseret arus banjir karena KIC sedang terjadi hujan yang deras sehingga debit air meningkat dan arus cukup kuat.
"Diduga karena hujan deras di kawasan tersebut, korban kemudian terbawa arus banjir," lanjutnya.
Sementara itu, Maryam diduga tersapu arus banjir akibat tanggul Sungai Plumbon jebol.
Berdasarkan informasi warga, korban yang sudah lanjut usia tersebut tersapu derasnya air sesaat setelah tanggul sungai di depan rumahnya jebol, pada Jumat pukul 18.30.
Saat itu, Maryam diduga keluar rumah untuk melihat kondisi tanggul.
Namun derasnya arus membuat tubuh rentanya terseret aliran air menuju saluran irigasi, area persawahan, hingga tambak di belakang permukiman warga.
Pada Sabtu pagi, jenazah Maryam ditemukan di area belakang rumah atau sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga terseret arus banjir akibat tanggul Sungai Plumbon yang jebol.
“Baru saja ditemukan sekitar pukul 07.45 di belakang rumah sekitar TKP kurang lebih 1 kilometer. Betul namanya Maryam,” ujar Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widyanto, Sabtu.
Tanggapan wali kota
Banjir merendam dua wilayah di Kota Semarang, yakni Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu dan Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.
Sebanyak 313 kepala keluarga (KK) di Kota Semarang, juga terdampak luapan Sungai Silandak dan Sungai Plumbon, pada Jumat malam.
Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol
Sungai Plumbon Semarang
Sungai Plumbon
multiangle
Muh Radlis
Tribunjateng.com
| Jurumudi Perahu Wisata Bahari Tersambar Petir di Perairan Bandengan Jepara |
|
|---|
| Aspal dan Paving Block Kampung Sriyatno Kocar-kacir Diterjang Banjir |
|
|---|
| Laga Kandang Terakhir Jadi Penentuan Nasib Persis Solo, Milo: Kami Harus Melampaui Batas |
|
|---|
| Polemik Retribusi Jalur Tembus Baturraden-Purbalingga Diproses Hukum, Priyono Hormati Proses Sidang |
|
|---|
| Terbiasa Menggembala Sejak Kecil, Suparno Tekuni Ternak Kambing, Panen saat Momen Iduladha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-17-Mei-2026.jpg)