2 Varietas Lokal Bawang Putih di Tegal Lampaui Hasil dari Daerah Lain, 1 Hektar Bisa Panen 35 Ton
Tantangan atas Swasembada bawang putih 2021 di Indonesia kian optimis dapat dicapai.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tantangan atas Swasembada bawang putih 2021 di Indonesia kian optimis dapat dicapai.
Titik terang itu muncul usai Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Sayuran Kementerian Pertanian (Balitsa Kementan RI) bersama Pemkab Tegal memanen hasil budidaya bawang putih yang dijadikan ujicoba penelitian di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Selasa (1/10/2019).
Dalam ujicoba ini, Balitsa Kementan RI memilih varietas lokal yakni bawang putih Tawangmangu dan Lumbu Hijau untuk ditanam di tanah dan lahan Desa Tuwel.
Hasilnya, Balitsa dapat memproduksi bawang putih mencapai 35 ton per hektare untuk varietas Tawangmangu Baru dan 27 ton per hektar dari varietas Lumbu Hijau.
Kepala Balitsa Kementan RI, Dr Ir Catur Hermanto mengungkapkan, ujicoba dua varietas yang dilaksanakan di demplot Kabupaten Tegal ini ternyata melebihi hasil panen dari lokasi lainnya.
Pasalnya, hasil ujicoba di Tegal ini melebihi hasil demplot di Tawangmangu, Karanganyar pada tahun 2018 lalu.
• Sebulan Pasca Dilantik, Beberapa Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar Gadaikan SK
• Mutasi Jabatan, Ini Kasat Lantas Polres Salatiga yang Baru
• Rp 368 Juta Diduga Dipakai Kades untuk Urusan Pribadi, Warga Undaan Lor Kudus Geruduk Kantor Desa
• Disdikpora Brebes Ajukan Bantuan 1.042 Sekolah Rusak pada 2020
"Saat itu, hasil untuk varietas Lumbu Hijau hanya mencapai 23, 6 ton per hektare dan Tawangmangu Baru adalah 26,9 ton per hektare di Karanganyar," terang Catur kepada Tribunjateng.com, di sela-sela panen bawang putih, Selasa (1/10/2019).
Menurut Catur, hasil ujicoba ini diproyeksikan dapat melawan gempuran produk bawang putih impor, terutama dari China.
Saat ini, kata Catur, tidak dipungkiri bahwa Indonesia sedang diserbu bawang putih impor dari China.
Catur mengaku, produksi bawang putih di China sangat tinggi mencapai 26 Ton per hektare.
Sedangkan, lanjut dia, para petani bawang putih lokal di Indonesia hanya baru mampu mencapai maksimal 7 ton per hektare setiap musim panen.
"Maka dari itu, kami bersama Pemkab Tegal sedang membuat formulasi agar dapat menyaingi produktivitas dari barang impor.
Hasil panen bawang ini hanya untuk pembenihan.
Untuk mencapai Swasembada, Indonesia perlu 60 ribu ton benih bawang putih.
Asumsinya, setiap musim panen para petani bisa memanen 12-15 ton per hektarnya," terang Catur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pamer-bawang.jpg)