Kemendes PDTT Temukan 15 Desa Fiktif, Wamen : Kebanyakan di Luar Jawa

Dugaan adanya beberapa desa fiktif di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagaimana diberitakan sejumlah media akhir-akhir ini, Kementrian Desa

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dugaan adanya beberapa desa fiktif di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagaimana diberitakan sejumlah media akhir-akhir ini, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong agar dilakukan verifikasi desa di seluruh wilayah Republik Indonesia.

"Ada 15 desa yang diduga fiktif dan tersebar di beberapa provinsi. Kebanyakan berada di luar Jawa.

Harapannya, ke depan tidak ada desa fiktif terlebih di Kabupaten Pekalongan," kata Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi kepada Tribunjateng.com, usai meninjau Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (7/11/2019).

Guna mengantisipasi adanya desa fiktif, Budi menjelaskan sekarang ini ada sistem keuangan desa yang transparan.

"Sistem yang transparan, semuanya terukur dan terpantau," ungkapnya.

Oknum TKPK yang Tersangkaut Kasus Penerbitan e-KTP Palsu Mengundurkan Diri dari Disdukcapil Solo

Di Kebumen, Bhabinkamtibas Dapat Tugas Mulia Antar SIM Warga yang Jauh dari Kota

Polisi Tangkap 7 Penjudi Dadu di Purbalingga, Kebanyakan Sudah Paruh Baya

Pedagang Pasar Johar Siap Tempati Bangunan Baru, Minta Diberi Pemahaman Terkait Cagar Budaya

Pengawasan dana desa, menurutnya harus berbasis pada keterlibatan masyarakat.

"Masyarakat harus mengawasi penggunaan dana desa.

Rakyat sekarang sudah cerdas, semua sudah transparan," ujarnya.

Dari hasil perjalanannya meninjau beberapa daerah, pihaknya melihat dana desa secara umum memberi manfaat bagi kemajuan desa.

"Jika masih ada persoalan, maka harus kita benahi bersama-sama," jelasnya.

Terpisah pejabat kepala desa sementara Desa Mulyorejo Muhadiyono menyampaikan permasalahan yang dihadapi desanya yang memiliki luas wilayah 72,38 hektare, yakni adanya genangan air rob yang semakin tahun, semakin meningkat debit airnya.

"Air rob di Desa Mulyorejo bermula dari tahun 2006 sampai sekarang. Terakhir kondisi di wilayah ini, pada Bulan Januari 2019 genangan air tinggi sekali.

Dalam kurun waktu 2015-2019 rob mengalami kenaikan sekitar 31 %," katanya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved