Breaking News:

Ini Pengakuan Petani Bawang Merah di Brebes yang Pernah Pakai Pestisida Palsu

Peredaran obat pertanian pestisida palsu di Kabupaten Brebes sudah berlangsung cukup lama.

TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho (kemeja), bersama jajaran, menunjukkan berbagai botol bekas pestisida yang didaur ulang dalam penggrebekan di gudang rosok di Desa Dukuhturi, Ketanggungan, Brebes, Kamis (2/1/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Peredaran obat pertanian pestisida palsu di Kabupaten Brebes sudah berlangsung cukup lama.

Akibat pemakaian pestisida palsu tersebut, para petani mengaku mengalami kerugian yang cukup besar.

Seorang petani bawang merah di Desa Pemaron, Brebes, Suntoro (48) mengatakan, dirinya dan teman-temannya di kelompok tani kerap mendapati pestisida palsu yang dijual di toko-toko pertanian maupun pedagang obat keliling.

Awalnya, pihaknya tidak menyadari jika pestisida yang digunakan untuk tanaman bawangnya merupakan pestisida palsu.

Ia baru menyadari setelah pemakaian pestisida, tidak ada dampaknya ke tanaman bawang merahnya.

Sempat Dihadang Ormas, Satpol PP Beri Tenggat Waktu Pedagang Kosongkan Pasar Waru hingga 15 Februari

Di Solo, Sudah Ada Rokok yang Harganya Naik Hingga Rp 5 ribu dari Sebelumnya

Ini 2 Stadion yang Dibidik PSIS Semarang untuk Jadi Home Base Musim Depan

Ormas Hadang Petugas Gabungan yang Akan Gusur Pasar Waru Kemijen Semarang

"Hama tanaman seperti ulat itu meski disemprot, tidak mati.

Justru makin ganas.

Pertumbuhan tanaman juga lambat.

Dari situ baru ketahuan pestisidanya palsu," kata Suntoro, Jumat (3/1/2020).

Adanya pestisida palsu yang beredar, katanya, jelas merugikan.

Halaman
1234
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved