Ketimpangan Penduduk Perkotaan Justru Naik di Jateng, Ekonom Undip Semarang Sarankan Ini

"Gini ratio perkotaan di Jawa Tengah pada September 2019 mengalami kenaikan mencapai 0,002 poin dibanding September 2018," jelas BPS Jateng.

Ketimpangan Penduduk Perkotaan Justru Naik di Jateng, Ekonom Undip Semarang Sarankan Ini
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah tak diimbangi dengan turunnya angka ketimpangan penduduk perkotaan.

Berdasarkan data dari BPS Provinsi Jateng, angka kemiskinan periode September 2018 mencapai 11,19 persen.

Angka itu menurun menjadi 10,58 persen pada September 2019.

Seleksi Calon Pemain Persipa Pati, Pelatih Terapkan Metode Player by Position

Turunnya angka kemiskinan, berbanding terbalik dengan angka ketimpangan perkotaan di Jawa Tengah.

Pasalnya angka ketimpangan naik menjadi 0,379 pada September 2019, yang semula 0,377 pada September 2018.

Menurut Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono, ukuran ketimpangan yang sering digunakan adalah gini ratio.

Semakin tinggi nilai gini ratio menunjukkan ketimpangan yang terjadi juga semakin tinggi.

Bersiaplah, Jawa Tengah Diserbu Investor, Khususnya Properti dan Jaringan Internet

"Gini ratio perkotaan di Jawa Tengah pada September 2019 mengalami kenaikan mencapai 0,002 poin dibanding September 2018," jelasnya beberapa waktu lalu.

Dilanjutkannya, perubahan tingkat ketimpangan penduduk dipengaruhi oleh besarnya variasi perubahan pengeluaran antar kelompok penduduk.

"Apabila perubahan pengeluaran penduduk kelompok bawah lebih cepat dibandingkan dengan penduduk kelompok atas maupun menengah, ketimpangan pengeluaran akan membaik, dan hal itu berlaku sebaliknya," ucapnya.

Bangun Islamic Center, Luasan Lahan Capai 2 Hektare, Bupati Batang Minta Restu Para Kiai

Sementara itu, ekonom dari Undip Semarang, Wahyu Widodo menjelaskan, secara prinsip ketimpangan terjadi karena adanya beberapa kelompok berpenghasilan rendah atau tak punya penghasilan di masyarakat.

"Selain kelompok pekerja dengan pendapatan rendah yang tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup, kelompok yang tidak bekerja, serta kelompok yang benar-benar bergantung pada bantuan pemerintah, mempunyai andil dalam capaian angka ketimpangan," katanya, Selasa (21/1/2020).

Ditambahkannya, sejumlah cara harus dilakukan untuk menekan angka ketimpangan.

Dibuka Pendaftaran Pelatihan Kompetensi di Kudus, Kouta Maksimal 80 Peserta, Luar Kota Boleh Daftar

"Program pemerintah melalui bantuan tunai, non tunai, serta penyediaan lapangan kerja harus berjalan beriringan untuk menekan angka ketimpangan."

"Agar terjadi pemerataan di tengah masyarakat," tambahnya. (Budi Susanto)

Stadion Citarum Semarang Bakal Dicek FIFA, Irwansyah: Kaitannya Sertifikasi Lapangan

Gubernur Ganjar Sentil Kode Etik Dokter Rumah Sakit: Kalau Menolong Apakah Tanya Isi Dompet Pasien?

Pemasaran Kopi Gunung Kelir Sudah Sampai Timur Tengah, Bupati Semarang: Kuatkan Juga Pasar Lokal

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved