Berita Internasional

Berita Lengkap : Pro Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS ke Tanah Air

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah jangan asal memulangkan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS dari Suriah ke Indonesia

Berita Lengkap : Pro Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS ke Tanah Air
AFP/Delil Souleiman
Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Soal pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS terus menuai polemik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara pribadi mengaku menolak kepulangan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke tanah air.

Terkait hal tersebut, komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah jangan asal memulangkan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS dari Suriah ke Indonesia.

"Kita tahu ISIS ini, kalau ada yang menyatakan virus ISIS ini lebih bahaya dari corona kalau masuk di sini," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir, Kamis (6/2).

Adies menjelaskan, ada sekitar 647 warga negara Indonesia yang ingin pulang ke tanah air, tetapi 40 orang merupakan tahanan dan bukan anggota ISIS.

"Jadi tentunya kami di Komisi III melihatnya harus berhati-hati terhadap pemulangan ini, harus tahu dulu siapa yang bisa menjamin orang-orang ini nanti sampai di sini kembali ke pangkuan NKRI," ujar Adies.

Pengakuan Mantan Kombatan ISIS Ingin Pulang dan Tobat: Aku Pengin Pulang ke Tanah Air dan Tobat

Kepala BNPT Ceritakan Anak WNI Eks ISIS Setiap Hari Melihat Kekerasan: Akan Susah Pemulihannya

Mengerikan Bentuk Penjara WNI Eks ISIS, Ngaku Menyesal Bawa Keluarga ke Suriah

Soal Pemulangan 600 WNI Eks ISIS, Jokowi Bilang Tidak, Prabowo Tak Masalah

"Artinya seseorang ini yang sudah meninggalkan kedaulatan NKRI secara suka hati, bahkan mereka melecehkan negara kesatuan kita. Ini kan betul-betul harus disaring kembali apabila ingin masuk," sambung Adies.

Politikus partai Golkar itu menyebut, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Kementerian Agama perlu menjamin mereka, apakah paham ISIS sudah hilang atau belum.

"Kami sangat tegas. Orang ini masuk benar-benar sudah kembali ke pangkuan negara Republik Indonesia NKRI," ucap Adies.

Adies Kadir juga tidak yakin Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dapat mengembalikan paham Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS menjadi nasionalis saat kembali ke Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved