Kasus Pencucian Uang Jateng

Dipersulit Pihak Perbankan, Penyidik BNNP Jateng Sempat Kesulitan Ungkap Kasus Pencucian Uang

Brigjen Pol Benny merasa salah satu perbankan nasional mempersulit kerja para penyidik BNNP saat hendak meminta rekam jejak aliran transaksi pelaku.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) Brigjen Pol Benny Gunawan mengutarakan sempat kesulitan selama proses penyelidikan terhadap tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Mochamad Iqbal (28).

Pasalnya, Brigjen Pol Benny merasa salah satu perbankan nasional mempersulit kerja para penyidik BNNP saat hendak meminta rekam jejak aliran transaksi pelaku.

Bahkan saat dipersulit oleh pihak perbankan, pelaku hampir lepas dari pantauan penyidik.

"Salah satu perbankan yang menjadi sasaran tempat pencucian uang oleh pelaku tidak kooperatif saat proses penyidikan."

"Pelaku bahkan hampir lepas itu, saat kami menunggu data dari perbankan yang bersangkutan," jelas Brigjen Pol Benny kepada Tribunjateng.com, dalam ekpose kasus di Kantor BNNP Jateng, Senin (10/2/2020).

Modus Baru Pencucian Uang Diungkap BNN Jateng - Iqbal Punya Banyak e-KTP Resmi untuk Buka Rekening

PSIS Semarang Mau Tambah Satu Pemain Lagi, Kalau Rumornya Bernama Kartika Vedhayanto Putra

Daftar Klub Asia Terpopuler di Medsos, Persib Bandung Tembus 17 Juta Pengikut

Jejak Syekh Maulana Mahgribi di Karanganyar, Jatisuro Diameter 7 Meter di Bukit Zikir Jabal Kanil

Dia melanjutkan, butuh tiga hari para penyidik BNNP memperoleh data rekam aliran transaksi pelaku di perbankan yang dimaksud.

Padahal, kata Brigjen Pol Benny, penyidik BNNP dapat dipermudah saat hendak menghimpun data transaksi di jasa perbankan lainnya.

"Kami harus izin dahulu ke kantor pusat perbankan, lalu ke kantor cabang."

"Kalau kami mengikuti terus prosedur dari mereka, pelaku hampir dipastikan kabur."

"Untungnya, penyidik langsung menangkap pelaku dengan sejumlah barang bukti yang ada sebelumnya," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved