Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Berikut Hasil Studi WHO, Bahaya Kamper Kalau Sembarangan Penempatannya

Pada kamper yang banyak dipakai masyarakat saat ini, sedikitnya ada 2 zat kimia berbahaya terkandung di dalamnya.

Editor: deni setiawan
IndiaMART
Ilustrasi kamper. 

TRIBUNJATENG.COM - Tak sedikit di antara kita memanfaatkan kamper di dalam rumah.

Baik ditempatkan di sela rak pakaian, gudang, maupun kamar agar tidak lembab atau berjamur.

Namun tetap saja, di balik manfaatnya yang cukup banyak, memakai kamper ada risikonya.

Pasalnya, kamper yang saat ini dijual di pasar, terbuat dari zat-zat kimia.

Ini berbeda dengan kamper yang dipakai oleh masyarakat zaman dulu, yang terbuat dari getah pohon kapur.

Diduga Lebih Mematikan Daripada Virus Corona, 4 Hari Bisa Meninggal Karena Penyakit Misterius Ini

Inilah Nama Resmi Virus Corona, WHO Beberkan Filosofi Covid-19

Kamper tidak berwarna lebih aman karena tak ada tambahan zat pewarna.

Karenanya, kamper yang terbuat dari unsur tanaman ini, aman bagi kesehatan manusia.

Pada kamper yang banyak dipakai masyarakat saat ini, sedikitnya ada 2 zat kimia berbahaya terkandung di dalamnya.

Yaitu naftalen dan para-diclorobenzema.

Dalam bentuk padat, kedua zat kimia ini mudah menguap (volatile) dalam bentuk gas.

Naftalen (dengan rumus molekul C10H8), yang diklasifikasikan sebagai polutan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), disinyalir sebagai penyebab peningkatan risiko kanker terhadap orang dewasa.

“Kamper bisa mengganggu kesehatan jika digunakan secara berlebihan atau terjadi kontak langsung melalui sistem pernapasan."

"Terutama bagi mereka yang berada pada kondisi rentan, seperti ibu hamil, bayi, anak-anak, atau orang yang sangat sensitif terhadap zat pewangi,” tutur ahli kesehatan, Dr MM Sintorini Moerdjoko.

Tayang Mulai Besok di Bioskop, Film Milea: Suara dari Dilan

Istri Baim Wong Tanyakan Kabar Bilqis, Begini Reaksi Nurul Saat Video Call Bersama Paula

Selain itu, jika gas kedua zat kimia ini terhirup oleh hidung, dapat menyebabkan kepala pusing, mual, hingga muntah.

Sedangkan bagi penderita asma, wewangian yang beraroma tajam juga dapat menyebabkan serangan asmanya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved