Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Diduga Lebih Mematikan Daripada Virus Corona, 4 Hari Bisa Meninggal Karena Penyakit Misterius Ini

Belum selesai masalah virus yang berasal dari sebuah tempat bernama Pasar Seafood Huanan di Wuhan, China itu, dunia dihebohkan dengan penyakit lain.

Tayang:
Editor: deni setiawan
Tolga AKMEN / AFP
dr Paul McKay menunjukkan bakteri mengandung coronavirus, Covid-19, DNA, di Imperial College School of Medicine (ICSM) di London pada 10 Februari 2020. 

TRIBUNJATENG.COM - Berdasarkan data terbaru atau hingga Selasa (11/2/2020), setidaknya ada 43.103 kasus yang ditemukan dalam kasus virus corona.

Dimana 1.018 orang meninggal dunia dan 4.026 dinyatakan sembuh.

Itu adalah data total yang tersebar di seluruh dunia dalam kasus virus corona.

Di sisi lain, ternyata ada penyakit yang lebih mematikan dibandingkan virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan China itu.

Tayang Mulai Besok di Bioskop, Film Milea: Suara dari Dilan

Istri Baim Wong Tanyakan Kabar Bilqis, Begini Reaksi Nurul Saat Video Call Bersama Paula

Inilah Nama Resmi Virus Corona, WHO Beberkan Filosofi Covid-19

Belum selesai masalah virus yang berasal dari sebuah tempat bernama Pasar Seafood Huanan di Wuhan, China itu, kini dunia kembali dihebohkan dengan penyakit baru.

Melansir dari Sosok.grid.id, Rabu (12/2/2020), penyakit mematikan yang belum diketahui asal-usulnya ini muncul di Afrika, tepatnya di Nigeria.

Penyakit misterius ini ditemukan di wilayah Negara Bagian Benue.

Hingga kini, dilaporkan lebih dari 15 orang meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Adapun, sebanyak lebih dari 100 orang telah terinfeksi penyakit yang belum diidentifikasi ini.

Nampaknya penyakit ini lebih mematikan dari virus corona.

Sebab, disebutkan penyakit tersebut dapat membunuh seseorang hanya dalam waktu 48 jam setelah terinfeksi.

Itu diungkapkan melalui perwakilan dari sebuah distrik di Negara Bagian Benue.

Seperti yang diketahui, masa inkubasi virus corona di dalam tubuh manusia hingga menimbulkan gejala adalah 14 hari.

Jadi, setidaknya diperlukan waktu lebih dari dua minggu sejak seseorang terinfeksi virus corona.

Guru Bejat Cabuli Siswa SMP di Banjarnegara, Pelaku Lampiaskan Nafsu Tiap Dua Minggu

Remaja Singapura Ditahan, Terbukti Kembali Sebarkan Dukungan Terhadap Kelompok ISIS

Sepasang Tamu Hotel Ditemukan Meninggal di Baturraden, Petugas Masuk Kamar Gunakan Kunci Cadangan

Menteri Kesehatan Nigeria Osagie Enharie mengatakan, penyakit tersebut nampaknya bukan Ebola atau Lassa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved