Virus Corona

Para Perawat Pasien Virus Corona Gunduli Kepala karena Alasan Ini

"Respek! Tim perawat dari Shaanxi menggunduli kepala mereka jelang tugas di pusat virus corona untuk menghindari infeksi silang," ulas People's Daily.

China Daily/ANN
Shan Xia, perawat berusia 30 tahun di Renmin Hospital of Wuhan University, mencukur habis kepalanya agar pekerjaannya lebih mudah. 

TRIBUNJATENG.COM, WUHAN - Perawat-perawat pasien virus corona Covid-19 di Wuhan, China, dilaporkan menjadi gundul demi mengurangi penularan.

Mencukur kepala hingga plontos merupakan bagian dari pengorbanan mereka dalam bertugas di garda terdepan kota asal penyebaran virus.

Sebuah unggahan dari harian pemerintah China, People's Daily, memperlihatkan para perawat memangkas rambut mereka hingga menjadi gundul.

Seperti Apa Penampakan Virus Corona Covid-19? Ini Gambarnya

Dosen Unnes Dibebastugaskan Pasca Sindir Jokowi dan Jan Ethes, Muncul Meme #savePakCip

Sindir Presiden Jokowi dan Jan Ethes di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan Sementara

Temukan Kebahagian Baru Setelah Dipecat dari Dirut TVRI, Helmy Yahya: Saya Harus Move On

Dilansir Business Insider, Selasa (11/2/2020), mereka berasal dari Provinsi Shaanxi, yang bersiap untuk ditugaskan ke Wuhan.

"Respek! Tim perawat dari Shaanxi menggunduli kepala mereka jelang tugas di pusat virus corona untuk menghindari infeksi silang," ulas People's Daily.

Selain menghindari penularan, menggunduli kepala juga membantu mereka untuk melepas dan memakai pakaian pelindung, demikian laporan Xinhua.

Shan Xia, yang bertugas di Rumah Sakit Rensmin di Universitas Wuhan, menerangkan, dia memutuskan memangkas habis rambutnya pada akhir Januari.

Staf rumah sakit di ibu kota Provinsi Hubei tersebut juga mempersingkat waktu dalam merawat pasien, antara lain dengan mengenakan popok dewasa.

Begitu besar pengorbanan yang dilakukan tim medis, antara lain melihat kulit mereka putih karena terkena disinfektan, hingga bekas masker di wajah.

Belum lagi tantangan emosional karena mereka didera kelelahan setelah bertugas terus selama 24 jam dalam menyembuhkan para pasien.

Kepada media AS The Washington Post, seorang terapis bernama Candice Qin mengatakan, wabah ini menguras fisik dan mental dokter ataupun perawat.

"Kami tahu para pasien berada dalam kecemasan tinggi.

Namun, kami juga harus tahu bahwa tim medis juga merupakan manusia biasa," paparnya. 

Hingga Jumat (14/2/2020), virus corona yang dulunya dikenal sebagai 2019-nCov itu telah membunuh lebih dari 1.000 orang dan menginfeksi hingga 65.000 orang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perawat yang Tangani Pasien Virus Corona Jadi Gundul, Ini Alasannya..."

Dipo Latief Pernah Kunci Azka di Kamar Mandi, Nikita Mirzani: Cara Dia Ngajarin Anak Itu Danger

Tidak Ada Sholat Jumat di Masjid Agung Karanganyar, Ada Apa?

Kisah Hendra Pengusaha Diskotek Tewas di Dalam Honda Freed yang Terbakar, Sempat Lambaikan Tangan

Ternyata Siswi SMP Purworejo Korban Bullying Tergolong Anak Berkebutuhan Khusus, Ganjar Sedang Bujuk

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved