PSIS Semarang
Homebase PSIS Semarang, Yoyok Sukawi Juga Wacanakan Stadion Kebondalem Kendal
Dengan melihat dua stadion yang bakal diverifikasi itu, nampaknya Stadion Moch Soebroto tidak akan menemui kendala dalam proses verifikasi.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
"Kami cukup optimis dengan simulasi main di sini. Karena baru pertama kali kawan-kawan pendukung itu dalam tanda kutip gampang diatur."
"Terutama untuk letak parkir. Lalu masuk, semuanya tidak masuk ke lapangan. Kami optimislah."
"Dari pihak keamanan, tadi sempat mutar, mereka bilang berani ini, kalau hari kerja lawan tim yang animonya kecil berani main di Citarum," pungkasnya.
Selain mengundang tim verifikasi untuk memantau kualitas Stadion Moch Soebroto dan Stadion Citarum, PSIS juga memasukkan Stasion Kebondalem Kendal sebagai calon homebase di Liga 1.
• Tengok Kemegahan Stadion Manahan Surakarta, Fabiano Beltrame Sebut Setara Stadion Eropa
• Pertama di Indonesia, Desa Wisata Terapkan Transaksi Non Tunai, Diluncurkan di Kabupaten Tegal
Namun, Yoyok menjelaskan, pihaknya belum berani mengundang tim verifikasi LIB untuk memverifikasi Stadion Kebondalem.
Sebab saat ini baru dalam tahap renovasi rumput lapangan yang digarap langsung oleh PT Harapan Jaya Lestarindo.
"Kalau Kendal, kami belum berani panggil tim verifikasi. Karena rumputnya saja belum memenuhi syarat."
"Kendal itu sudah persiapan juga. Mulai 20 Februari pihak Lestarindo datang, dia akan perbaiki lapangannya."
"Kami tunggu supaya tumbuh dulu. Kira-kira butuh waktu tiga mingguan. Setelah hijau, rata, baru panggil tim verifikasi," jelasnya.
Adapun untuk perbaikan untuk ruangan-ruangan seperti locker room, ruang wasit, dan ruang media, disebut Yoyok saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan.
Termasuk juga pemasangan lampu stadion.
"Lampu, minggu depan sudah mulai dipasang. Kalau ruangan-ruangan sudah bertahap lakukan perbaikan."
"Di sana ada ruangan-ruangan pembatas, semuanya kami siapkan," pungkasnya. (F Ariel Setiaputra)
• Ulasan Persis Solo Vs Persib Bandung - Salahudin: Jadi Pelajaran Berharga Laskar Sambernyawa
• Menengok Pasar Konsep Zaman Majapahit di Kabupaten Semarang, Harga Klepon Cuma Lima Uli
• Temani Jaladara, Solo Tambah Kereta Uap, Lokomotif Djoko Kendil Berusia 99 Tahun
• Ganjar: Jangan Sampai Dana Desa Dimarkup, Apalagi Jadi Proyek Fiktif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/stadion-citarum-homebase-psis-semarang.jpg)