Virus Corona
Wabah Virus Corona Merebak, Miliarder China Tambah Banyak
China mencetak miliarder baru tiga kali lebih banyak daripada Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wabah virus corona merebak, miliarder di China malah bertambah banyak.
Bagaimana bisa?
China mencetak miliarder baru tiga kali lebih banyak daripada Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu.
• Detik-detik Ibu Hamil Tertabrak Mobil Disaksikan Suami, Istri dan Bayi Penantian 7 Tahun Meninggal
• Sudah 10 Tahun Makan Sabun, Kakak Beradik Bilang Rasanya Mirip Susu, Tubuh Mereka Tumbuh Tak Lazim
• Setahun Jadi Youtuber Ngapak Cilacap, Nasib Riyanto Berubah Drastis, Ini Curhatnya Soal Gadis Cantik
• Manusia Perak di Tegal Resahkan Warga, Meminta Uang di Lampu Merah dan Bikin Kumuh
Miliarder tersebut lahir dari bisnis obat-obatan dan hiburan online.
Bahkan, kekayaan mereka juga meningkat meskipun muncul wabah virus corona.
Wilayah Greater China, termasuk Hong Kong dan Taiwan, menciptakan 182 miliarder baru hingga akhir Januari, sehingga totalnya menjadi 799, menurut Hurun Global Rich List 2020 yang dirilis pada Rabu.
Sementara AS hanya menciptakan 59 miliarder baru.
Wabah virus corona baru di China telah memukul perekonomian terbesar kedua di dunia itu, tetapi juga justru mengangkat nilai saham perusahaan-perusahaan China yang bergerak di bidang pendidikan daring, game daring, dan vaksinasi, kata laporan tersebut seperti dikutip Reuters via Antara, Kamis (27/2/2020).
Akibat sebagian besar warga China terjebak di rumah karena karantina dan pembatasan perjalanan, permintaan untuk layanan online pun telah melonjak, membuat dompet miliarder seperti Robin Li dari Baidu, pemilik platform video daring populer iQiyi, semakin tebal.
Nilai kekayaan pengusaha kesehatan yang berspesialisasi dalam vaksinasi juga meningkat, termasuk An Kang dari Hualan Biological Engineering dan Jiang Rensheng dari Zhifei Biological Products.
"China saat ini memiliki lebih banyak miliarder daripada AS dan India," kata Rupert Hoogewerf, pendiri dan Ketua Hurun Report.
Sementara itu, Amerika Serikat memiliki 629 miliarder dan India 137 miliarder.
Miliarder pendatang baru China di antaranya Cheng Xianfeng, pemilik perusahaan pembuat obat Yifan Xinfu Pharmaceutical; dan Shen Ya, pemilik pengecer diskon daring Vipshop.
Pada tahun lalu hingga akhir Januari 2020, saham-saham teknologi di China melonjak 77 persen dan perusahaan farmasi China naik 37 persen mengalahkan kenaikan 16 persen pada saham dunia.
Sementara itu, para taipan AS masih memimpin daftar orang terkaya dunia, dengan pendiri Amazon.com Jeff Bezos mempertahankan posisi teratas untuk tahun ketiga dengan kekayaan 140 miliar dollar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/virus-corona-london-inggris.jpg)