Berita Jateng

Ada Tunggakan Sekolah, 3 Siswa SMK di Semarang Tak Bisa Ikut UASBN, Dikeluarkan dari Grup WA Kelas

Seluruh siswa di Jawa Tengah mengikuti belajar dari rumah secara online lantaran adanya pandemi Virus Corona.

Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seluruh siswa di Jawa Tengah mengikuti belajar dari rumah secara online lantaran adanya pandemi Virus Corona.

Sejak beberapa waktu lalu Gubernur Ganjar Pranowo telah mengeluarkan intruksi tersebut kepada seluruh sekolah.

Kebijakan itu juga mempengaruhi secara teknis pelaksanaan ujian sekolah.

Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Justru Protes Jika Dibayar, Ini Alasannya

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo Teringat Pesan Sudjiatmi : Jangan Bertengkar dengan Jokowi

Cerita Driver Ojol di ILC Soal Mbak Semalam yang Pesen Makan, Audiens Langsung Bertepuk Tangan

PO Bus di Tegal Pun Merasakan Dampak Virus Corona, Sehari Cuma Dapat 10 Penumpang ke Jakarta

Sejak Senin, (23/3/2020) hingga Sabtu (28/3/2020) sekolah setingkat SMA atau SMK di Jateng sedang melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Tiga siswa Kelas XII Perawat SMK Husada Nusantara Semarang tak bisa mengikuti UASBN, karena orangtua belum bisa melunasi tunggakan biaya SPP maupun pembayaran UASBN.

Tiga siswa itu berinisial AFA (20), PDS (17), dan LNA (18), ketiganya merupakan warga Kota Semarang. Mereka sejak Kamis (26/3/2020) siang, dikeluarkan dari Grup Whatsapp kelas.

"Untuk soal dan jadwal US padahal dibagi di grup itu. Kami, sejak siang dikeluarkan. Padahal masih ada 6 mata pelajaran yang belum selesai," ungkap AFA kepada Tribun Jateng, Kamis (26/3/2020) sore.

Dia mengungkapkan, masih mempunyai tunggakan SPP sebesar Rp 400 ribu dan biaya ujian sekolah Rp 1,6 juta.

"Untuk UN bayarnya juga Rp 1,6 juta. Ibuk sudah ke sekolah tadi siang, udah dicicil. Kata sekolah boleh nyicil," ucapnya.

Sementara itu, PDS menyebut siswa yang dikeluarkan dari grup adalah yang belum selesai pembayaran atau masih ada tunggakan.

"Orangtua tua kami disuruh datang nyelesain pembayaran di sekolah, berhubung yang dikeluarin dari grup itu dari keluarga yang biasa-biasa aja jadi ya kita cuma bisa nyicil dulu," ungkapnya.

Dia menuturkan, belum tahu besok akan dimasukin grup lagi atau tidak. Dia menyampaikan, kalau ada siswa yang sama sama sekali tidak nyicil ke sekolah tidak boleh ikut ujian sekolah, diikutin ujian susulan.

"Kalau tunggakan saya di sekolah sekira Rp 12 juta. Kalau untuk bayar langsung lunas, orangtua belum sanggup," ucapnya.

Sementara itu, wali kelas ketiga siswa tersebut, Nailis ketika dihubungi Tribun Jateng melalui Whatsapp hanya membaca pesan itu tanpa merespon. (kan)

1 Pasien di Cilacap Positif Virus Corona, Pemkab : Percuma kalau Warga Tak Patuhi Imbauan Pemerintah

1 Warga Positif Corona, Kota Tegal Local Lockdown 4 Bulan, Seluruh Perbatasan Ditutup, Kecuali Ini

Sambil Ciumi Bendera Merah Putih, Bupati Banjarnegara Ajak Tenaga Medis Jihad Lawan Virus Corona

Pemuda Brebes Meninggal di Mess Karyawan di Semarang, Sempat Mengeluh Sakit Perut dan Muntah-muntah

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved