Berita Jateng

Ganjar Dukung Keputusan MUI Jateng Soal Tak Ada Sholat Jumat di Seluruh Masjid di Jateng Besok

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah yang meniadakan pelaksanaan salat Jumat

istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah yang meniadakan pelaksanaan salat Jumat (27/3/2020) esok di seluruh masjid di Jawa Tengah.

Keputusan MUI itu dituangkan dalam surat pada Selasa (24/3/2020) lalu.

“Saya mendukung sepenuhnya keputusan MUI terkait peniadaan salat Jumat, terkait pencegahan wabah virus Corona,” kata Ganjar saat dihubungi Tribun Jateng, Kamis (26/3/2020).

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo Teringat Pesan Sudjiatmi : Jangan Bertengkar dengan Jokowi

Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Justru Protes Jika Dibayar, Ini Alasannya

Cerita Driver Ojol di ILC Soal Mbak Semalam yang Pesen Makan, Audiens Langsung Bertepuk Tangan

PO Bus di Tegal Pun Merasakan Dampak Virus Corona, Sehari Cuma Dapat 10 Penumpang ke Jakarta

Sebelumnya diberitakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah memutuskan untuk meniadakan pelaksanaan Salat Jumat pada 27 Maret 2020 pekan ini. 

Hal itu sesuai dengan keputusan yang merujuk Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 yang dikeluarkan pada Selasa (24/3/2020).

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji sendiri telah mengadakan rapat dengan Komisi Fatwa, Dewan Pengurus MUI Jateng dan pengelola Masjid besar di Kota Semarang.

Keputusan itu berkaitan dengan situasi darurat Covid-19 atau virus corona yang tengah mewabah di Indonesia termasuk Jawa Tengah saat ini.

Tiga masjid besar di Kota Semarang, Masjid Agung Semarang, Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jawa Tengah juga sepakat akan hal tersebut.

“Kami berupaya mencegah untuk menyelenggarakan kegiatan atau ibadah yang bersifat kerumunan untuk sementara ini, termasuk Salat Jumat dan salat lima waktu berjamaah,” tutur Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail kepada Tribunjateng.com, kemarin.

Sebagai informasi, adzan tetap dikumandangkan sebagai tanda untuk menunaikan salat di rumah masing-masing.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved