Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Tak Dibelikan Motor, Pemuda Ini Bakar Rumah dengan Dua Karung Kapas Randu

Kasus anak bakar rumah karena tidak dibelikan motor orangtuanya di Kampung Ranangan, Desa Sukaraharja, Cibeber, Kabupaten Cianjur, menjadi bahan perbi

Tayang:
Editor: m nur huda
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kebakaran rumah di Kampung Panagan RT 03/02, Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Kamis (2/4/2020). ternyata rumah seorang pria yang dibakar oleh anaknya sendiri. 

TRIBUNJATENG.COM, CIANJUR - Kasus anak bakar rumah karena tidak dibelikan motor orangtuanya di Kampung Ranangan, Desa Sukaraharja, Cibeber, Kabupaten Cianjur, menjadi bahan perbincangan publik .

Pasalnya, terdapat kisah memrihatinkan di balik terbakarnya rumah itu.

Publik geram dengan kondisi keluarga tersebut.

Rumah itu ternyata dibakar sengaja oleh M (27), seorang warga setempat.

Sosialisasikan Bahaya Corona, Seorang Kepala Kampung Malah Digebuki Warganya hingga Babak Belur

Update Corona 4 April di 32 Provinsi: DKI Jakarta 1.028 Kasus Positif, Jateng 120 Kasus

Getaran Muka Bumi Berkurang karena Corona Sebulan Ini, Gempa Makin Mudah Terdeteksi

Mobil Sport Nissan GT-R R35, Butuh Kemampuan Khusus untuk Mengemudikannnya

Dinkes Kebumen: Masyakarat yang Positif Corona dari Rapid Test Jangan Panik, Masih Ada Uji Swab

Yang membuat warga prihatin, rumah yang dibakar M itu ternyata rumah ayah kandung M sendiri.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/4/2020) petang.

Paur Humas Polres Cianjur, Ipda Ade Novi membenarkan kejadian itu.

Ade mengatakan, aksi bakar rumah itu dilakukan oleh seorang anak berinisial M (27).

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun orangtua pelaku kini harus kehilangan tempat tinggal akibat ulah sang anak.

Kerugian akibat kehilangan tempat tinggal itu pun ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Kerugian materil sekira puluhan juta rupiah,” kata Ade Novi, Jumat (3/4/2020).

Saat kejadian, orangtua pelaku sedang tidak di rumah.

Orangtua pelaku diketahui bekerja sebagai buruh tani.

Kondisi rumah yang terbuat dari kayu dan bambu itu mengakibatkan api dengan cepat melalap tempat tinggal M dan orangtuanya.

Rumah buruh harian lepas itu nyaris rata dengan tanah.

M kini telah diamankan di Polsek setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ipda Ade Novi mengatakan, aksi nekat pelaku dipicu kekesalannya karena tak kunjung diberi uang oleh orangtua pelaku.

M merasa kesal lantaran ayahnya, A (72) tak kunjung membelikannya motor.

M yang merasa dibohongi sang ayah, naik pitam dan melakukan tindakan berbahaya tersebut.

“Informasinya demikian, kesal tidak dibelikan motor, sehingga membakar rumah orangtuanya sendiri,” kata Ade dikutip TribunJakarta dari Kompas.com.

Dibakar dengan Kapas Randu

Ade mengatakan, pelaku membakar rumah milik orangtuanya itu dengan menggunakan dua karung kapas randu yang dibakar dengan korek gas.

Akibat perbuatannya itu, rumah semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu dan kayu tersebut ludes seketika.

Beruntung saat kejadian itu tidak ada korban jiwa, sebab penghuni rumah langsung kabur menyelamatkan diri saat mengetahui kobaran api mulai membesar.

“Para penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat kejadian berlangsung,” ujar Ade Novi.

“Pelaku kini juga sudah diamankan di polsek setempat, dan sedang diperiksa intensif terkait motif perbuatannya,” tambahnya.

Remaja di Cianjur bakar rumah karena kesal tak diberi uang untuk beli motor (Istimewa)
Sang Ayah Buta dan Sudah Renta

Dilansir TribunJabar, penderitaan A semakin bertambah setelah rumah yang ia tempati ludes dilalap api.

A hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Ia terlahir dalam keadaan buta dan kini usianya sudah tua.

Demi memenuhi kehidupan sehari-hari, A bekerja sebagai buruh tani.

Terbakarnya rumah A sangat disayangkan oleh para tetangganya.

Mereka cukup prihatin dengan keadaan A yang tak bisa melihat ditambah penderitaannya saat ini karena rumahnya dibakar.

Diancam Dibunuh

Kepala Desa Sukaraharja Saefuddin mengatakan, selain rumahnya dibakar, M juga mengancam akan membunuh ayahnya.

"Jadi saat dibakar A sedang tidak ada di rumah, ia kabur ke daerah Kecamatan Campaka karena diancam akan dibunuh," ujar Saefuddin.

Saefuddin mengungkapkan, dirinya akan menjemput A.

Sementara waktu, A diminta tinggal di rumah keluarganya yang lain yang juga masih warga kampung tersebut.

"Di kampung ini ada adiknya, sementara akan disuruh tinggal di sana," kata dia.

Pelaku Putus Sekolah

Saefuddin menjelaskan, M merupakan remaja putus sekolah.

Kondisi psikologisnya, kata dia, juga sedang labil.

"Latar belakang pendidikan juga tidak ada, ia putus sekolah dan bekerja menjadi buruh," kata dia.

Kondisi psikologis ditambah lagi permintaan uang membeli motor, diduga menjadi penyebab pemuda itu melakukan hal nekat sampai membakar rumah.

Saat ini, pelaku telah dibawa oleh pihak kepolisian.

"Saya bersama pihak kepolisian sudah menjemput yang bersangkutan agar tidak menimbulkan kepanikan kepada warga lainnya," ucap dia.(TribunJakarta/TribunJabar/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul 5 Fakta Anak di Cianjur Nekat Bakar Rumah Orangtua, Ayahnya Buta dan Kini Mengungsi di Tempat Warga

Jokowi Tak Melarang Mudik, Wali Kota Solo: Mumet Aku, Harus Ada Aturan Tegas

Dampak Corona, Harga Ikan di Demak Turun 100 Persen

Satu Pasien Positif Corona Asal Pati Dirawat di RSUD Moewardi Solo, 2 PDP di Pati dan Semarang

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved