Wabah Virus Corona
Warga Shenzhen China Mulai Dilarang Jual Beli serta Santap Daging Anjing dan Kucing
Di China, Shenzhen merupakan kota pertama yang melarang penjualan daging kucing dan anjing.
Brian Daly, juru bicara Animals Asia Foundation, mengatakan kepada kantor berita AFP:
"Kita tidak seharusnya mengandalkan produk satwa liar seperti empedu beruang sebagai solusi untuk memerangi virus mematikan yang tampaknya berasal dari satwa liar."
Pasar satwa liar
Pada Februari, otoritas China melarang penjualan dan konsumsi satwa-satwa liar.
Aksi ini ditempuh setelah muncul kecurigaan bahwa sebuah pasar di Wuhan yang menjual satwa liar dan daging satwa liar boleh jadi berperan sebagai titik awal wabah virus corona yang menularkan virus dari hewan ke manusia.
Kabar ini mendorong pemerintah China merazia perdagangan satwa liar dan pasar-pasar yang menjualnya.
Kini jumlah kasus positif virus corona di seluruh dunia mendekati satu juta dan lebih dari 47.000 kematian, menurut perhitungan Universitas Johns Hopkins.
Di China saja, ada sebanyak 81.589 kasus positif dan 3.318 kematian, menurut Komisi Kesehatan Nasional.
Para peneliti dan ilmuwan belum dapat memastikan sumber virus corona baru dan bagaimana itu bisa menular ke manusia. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Virus Corona Merebak, Warga Shenzhen China Mulai Dilarang Makan Daging Anjing dan Kucing
• Arab Saudi Tutup Total Mekkah dan Madinah karena Kasus Virus Corona Terus Bertambah
• 226 dari 637 Jemaat GBI Lembang Positif Virus Corona Setelah Jalani Rapid Test
• Setelah 14 Tahun Konflik, Betharia Sonata Menangis Ceritakan Alasannya Minta Maaf pada Willy Dozan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-medis-di-ruang-isolasi-virus-corona-di-rumra.jpg)