Breaking News:

Virus Corona Jateng

Fakta Menarik Mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang Sebulan Kuliah Online: Jadi Berani Diskusi

Unika Soegijapranata Semarang telah memberlakukan kuliah online sejak 16 Maret 2020.

Istimewa
Dr Christin Wibhowo, satu di antara dosen Fakultas Psikologi Unika saat melakukan kuliah online, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Unika Soegijapranata Semarang telah memberlakukan kuliah online sejak 16 Maret 2020.

Hal itu dengan maksud untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

Langkah itu diambil karena menaati imbauan pemerintah mengenai physical distancing.

Pengakuan Penggali Kubur Jenazah Pasien Virus Corona: Ketika Ambulans Tiba, Jantung Berdegub Cepat

Masih Ingat Driver Ojol Ditipu Penumpang Setelah Antar Sejauh 230 Km? Begini Nasibnya Sekarang

ODP Virus Corona Brebes Meninggal Seusai Mudik dari Jakarta, Penggali Kubur Pakai Jas Hujan dan Helm

Bisnisnya Kena Imbas Virus Corona, Daniel Mananta: Mungkin Masih Bisa Nafas 6 Bulan ke Depan

Setelah berjalan hampir satu bulan, ada hal-hal menarik.

Menurut satu di antara dosen Fakultas Psikologi Dr Christin Wibhowo kepada Tribun Jateng dia menyampaikan terkait persiapan, proses, dan respon mahasiswa selama kuliah online.

"Sejauh ini selama menyelenggarakan kuliah online hampir tidak banyak mengalami kesulitan, demikian juga bagi para mahasiswa yang menempuh mata kuliah yang saya ampu," ungkap Dr Christin Wibhowo kepada Tribun Jateng, Selasa (7/4/2020) siang.

Dia menyampaikn untuk platform kuliah online hanya menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh pihak kampus yaitu http://cyber.unika.ac.id/.

"Jadi, biasanya saya kuliah online memakai powerpoint yang masing-masing slide di powerpoint itu sudah ada suara saya."

"Materi kuliah itu lalu saya unggah ke platform tersebut," tuturnya.

Dia menyampaikan, setelah penjelasan melalui powerpoint akan dilanjutkan menggunakan fasilitas bigbluebutton dalam platform cyber tersebut untuk tanya jawab dengan mahasiswa.

"Namun, jika mahasiswa tetap tidak bisa mengikuti, saya masih menyediakan diri untuk chating dengan mahasiswa."

"Meski demikian, karena minimnya kuota maka mereka juga bisa download materi saat kuota yang mereka miliki sudah cukup," ucapnya.

Mengenai kejenuhan dalam kuliah online, menurutnya hal itu juga bergantung pada kepribadian masing-masing orang.

"Terlepas dari itu semua, secara pribadi kondisi pandemik ini merupakan tantangan bagi saya untuk setiap hari mencari cara bagaimana para mahasiswa bisa memahami materi perkuliahan saya."

"Sehingga oleh karenanya saya tidak jenuh atau bosan," ungkapnya.

Dia melanjutkan, hal yang harus dipahami dalam kuliah online adalah mahasiswa belum terbiasa untuk belajar mandiri.

"Sehingga agak kaget saat kuliah online yang memang membutuhkan belajar mandiri."

"Hal lain juga dalam kuliah online membutuhkan dua penguasaan dari mahasiswa yaitu penguasaan materi dan teknologi."

"Sehingga karena hal ini bisa menimbulkan rasa lelah bagi dosen maupun mahasiswanya," ujarnya.

Dia menuturkan, di balik pandemik ini ternyata ada juga hal yang menyenangkan.

"Di antaranya bisa kuliah di rumah saja, tidak perlu merias diri, hemat transport, bahkan bagi yang memiliki sifat soliter (dapat dilakukan sendirian tanpa bantuan orang lain) kondisi ini bisa menjadi berkah tersendiri," tuturnya.

Hal lain lagi yaitu dengan kuliah online ini, mahasiswa yang tadinya kurang aktif, bisa berubah jadi lebih aktif dan lebih berani berdiskusi.

(kan)

Nasib Pekerja Part Time di Tengah Wabah Virus Corona : Karyawan Tetap Saja Dirumahkan Apalagi Kami

Ganjar Pranowo Minta Leasing Taati Aturan Selama Wabah Corona: Jangan Bikin Warga Tambah Susah

Pemkab Karanganyar Kebut Pendataan Karyawan yang Dirumahkan dan PHK karena Virus Corona

Warga Wonorejo Pekalongan yang Meninggal Bukan Karna Virus Corona tapi Sakit Lambung dan Paru-paru

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved