Berita Demak

Penginapan dan Restoran di Demak Berharap Ada Solusi di Tengah Pandemi Corona

Pegiat pariwisata sejak 16 Maret 2020 mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan protokol penanganan pencegahan corona, ada yang membatasi jam buka

Tribun Jateng/ Moch Saifudin
Suana loby Hotel Amantis yang sepi pengunjung, Sabtu (2/5/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pegiat pariwisata sejak 16 Maret 2020 mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan protokol penanganan pencegahan corona, ada yang membatasi jam buka dan bahkan tutup sekaligus.

Satu di antaranya yaitu Hotel Amantis dan Resto Shafira, diperkirakan mengalami turun pendapatan sebesar 75 persen.

"Kegiatan even sejak pertengah maret hingga saat ini dibatalkan, sedangkan pengunjung resto dan kunjungan kamar hanya beberapa," jelas HRD Hotel Amantis, Shoim, Sabtu (2/5/2020).

Update Corona 2 Mei di DIY, Jatim, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 

Risma Sudah Sarankan Pabrik Sampoerna Tutup Sementara & Karyawan Diisolasi di Hotel

Kronologi Kasus Corona di Pabrik Rokok Sampoerna, Pemkot Surabaya: Kami yang Temukan

Arab Saudi Longgarkan Lockdown, Jam Malam Dicabut Kecuali Mekah

Ia menjelaskan, even-even dengan dinas terkait yang sudah dijadwalkan sebelumnya dibatalkan, sementara kunjungan kamar hanya belasan dari 40 kamar keseluruhan setiap harinya, sedangkan kegiatan buka bersama juga jarang.

Ia menambahkan, diperkirakan dari segi pendapatan di bulan sebelumnya mengalami penurunan hingga 75 persen.

"Jika sebelumnya 100 persen, kita di angka 20 sampai 25 persen saat ini," jelasnya.

Ia menjelaskan, Amantis sebagai pelaku wisata dari perusahaan swasta tetap membuka layanan bagi masyarakat.

Lanjutnya, Amantis merupakan satu satunya hotel yang menjadi tujuan di Demak, selain itu, jika menutup jam operasi, 33 karyawan akan tidak memiliki pendapatan dan juga sulit mendapatkan pekerjaan baru, mengingat di tengah pandemi covid 19 ini.

Pihaknya berupaya mengikuti anjuran pemerintah yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan di perusaahaan, yaitu mengenakan masker, pemeriksaan suhu badan, semprot hand sanitizer dan menjaga jarak.

"Kami berharap sebagai pelaku wisata dari bidang swasta, pemerintah menemukan solusi terkait ini, tidak hanya upaya pencegahan saja, melainkan ada soslusi," jelasnya yang juga pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Demak tersebut.

Dirinya mencontohkan, misalnya mengadakan pertemuan harus mematuhi protokol kesehatan, seperti halnya Pasar Bintoro yang masih beroperasi namun tetap mematuhi protokoler kesehatan.

Ia menyebut, secara keselamatan warga tetap aman dan ekonomi tetap berjalan.

"Melihat kondisi seperti ini, kami  mengoptimalkan transaksi delivery online dengan beberapa diskon pilihan. Yaitu makanan ringan, pizza dan lain lain," jelasnya. (ivo)

Seratusan Siswa SMA/SMK Nekat Konvoi Kelulusan di Tengah Pandemi Corona di Karanganyar

Inilah 13 Negara di Dunia yang Masih Nihil Virus Corona, Termasuk Korea Utara

PDP Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia, Hasil Swab Negatif

Dekan Fakultas Kedokteran Untan Pontianak Positif Virus Corona, Diduga Terinfeksi dari Pasien 

Penulis: Moch Saifudin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved