Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Apa Maksud Ramai Tagar Indonesia Terserah, Tenaga Medis Menyerah? Ini Kata Prof Faturochman

Media sosial terutama Twitter, diramaikan unggahan foto tenaga medis dengan tulisan " Indonesia Terserah" dan menjadi perbincangan netizen baru-baru i

Tayang:
Editor: m nur huda
Instagram
Tangkapan layar postingan Dr Tirta soal Indonesia Terserah (16/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM - Media sosial terutama Twitter, diramaikan unggahan foto tenaga medis dengan tulisan " Indonesia Terserah" dan menjadi perbincangan netizen baru-baru ini.

Seperti di media sosial Twitter, sejak Jumat (15/5/2020) hingga Sabtu (16/5/2020), tagar #indonesiaterserah menjadi trending.

Berikut beberapa unggahan yang muncul di Twitter.

Ditanya Harga Perawan & Janda Anak Satu, Nomor Telepon Koordinator Terminal Tirtonadi Solo Dicatut

Sesaat Lagi! Hendra Kumbara, Ganjar, Hendi Bakal Live Streaming di Konser Amal Daring Peduli Jateng

Guru Setubuhi Siswi SMP hingga Hamil, Terungkap Gara-gara Istri Pergoki Isi Pesan WhatsApp

Viral Video Mayat Melambaikan Tangan dari Dalam Peti, Disebut Terjadi di Manado

15 Ribu Warga Jabar di Pasar dan Terminal Dites Corona, Hasilnya 1 Persen Positif

Selain unggahan di atas, influencer dr. Tirta Mandira Hudhi juga membuat postingan terkait hal serupa.

Penjelasan psikolog

Guru Besar Psikologi Sosial UGM Prof Faturochman menjelaskan tulisan "Indonesia Terserah" yang ramai di media sosial tersebut, meskipun bernada menyerah, sebenarnya para tenaga medis tidak menyerah.

"Itu protes, jadi bukan menyerah," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (16/5/2020).

Faturochman mengatakan para tenaga medis tidak mungkin menyerah, karena mereka imbuhnya sudah disumpah.

Saat ini, yang terjadi yakni kekhawatiran di dunia medis.

Pasalnya dengan adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) artinya peluang penyebaran virus corona dapat meningkat lagi.

Pelonggaran itu kentara terlihat pada sektor transportasi, yakni dengan kemudahan sejumlah akses transportasi, mulai dari darat dengan operasional bus AKAP, kereta api hingga pesawat terbang.

Kekhawatiran tersebut jelas terlihat, seperti saat berjubelnya penumpang di terminal 2 bandara Soekarno-Hatta baru-baru ini.

"Dengan PSBB yang tidak seketat lockdown pun kasus masih ada terus. Apalagi jika dilonggarkan. Beban tenaga medis akan makin berat," terangnya.

Selain itu, Faturochman menjelaskan di awal pandemi yang terjadi yakni para tenaga medis kekurangan APD, pengetahuan tentang Covid-19, obat-obatan, dan sebagainya.

Sehingga dari awal mereka ingin masyarakat di rumah saja.

Tetapi apa yang terjadi saat ini, melihat kondisi sekarang, sepertinya mereka kecewa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved