Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Ribuan Orang Gugat Kereta Emas Belanda Bergambar Perbudakan di Indonesia

Foto kereta emas Belanda bergambar perbudakan di zaman kolonial itu memunculkan gerakan petisi. Kereta bernama Gouden Koets, yang dalam bahasa Indones

Editor: m nur huda
TWITTER @redfishstream
Salah satu sisi kereta emas Belanda atau Gouden Koets menampilkan panel lukisan bernama Hulde der Kolonieen. Lukisan ini menggambarkan kejayaan kerajaan Belanda di zaman kolonial. 

TRIBUNJATENG.COM - Foto kereta emas Belanda yang beredar di media sosial bergambar orang Indonesia dan Afrika jadi budak viral dan memicu kemarahan publik.

Foto kereta emas Belanda bergambar perbudakan di zaman kolonial itu memunculkan gerakan petisi.

Kereta bernama Gouden Koets, yang dalam bahasa Indonesia berarti kereta emas, memantik beragam reaksi netizen.

PDP di Klaten yang Meninggal Dinyatakan Positif, Bertetangga dengan Pasien Covid-19 di Semarang\

Heboh Kereta Emas Belanda Berbahan Jati Jawa Ada Gambar Perbudakan di Indonesia

Ditinggal Istri Ke Pasar, Suami Cabuli Adik Ipar di Kamar

Dapati Warga Berdesakan Antre Bansos di Magelang, Ganjar: Bahaya Banget Ini

Salah satu sisi kereta emas Belanda atau Gouden Koets menampilkan panel lukisan bernama Hulde der Kolonieen. Lukisan ini menggambarkan kejayaan kerajaan Belanda di zaman kolonial.
Salah satu sisi kereta emas Belanda atau Gouden Koets menampilkan panel lukisan bernama Hulde der Kolonieen. Lukisan ini menggambarkan kejayaan kerajaan Belanda di zaman kolonial. (TWITTER @redfishstream)

Pasalnya, empat panel lukisan di Gouden Koets menggambarkan kejayaan Belanda di era kolonial, termasuk saat menjajah Indonesia.

Lorraine Riva (47) WNI penyuka sejarah yang tinggal di Belanda, menyebutkan ada satu petisi yang menggugat kereta emas itu.

"Kabar paling gres, ada petisinya." "(Petisinya) mulai kemarin malam (8/6/2020). Nama inisiatornya seperti orang Suriname keturunan India," ungkap Lorraine saat dihubungi Kompas.com Selasa (9/6/2020).

Wanita yang akrab dipanggil Yoyen itu merupakan salah satu warganet yang berkicau di Twitter, untuk memberi penjelasan tentang makna lukisan di Gouden Koets.

Petisinya dapat diakses di goudenkoetsinmuseum.petities.nl. Di twit-nya, @petities menuliskan petisi ini menuntut kereta legendaris tersebut dimuseumkan.

"De Gouden Koets milik museum perbudakan," tulis @petitie Selasa (9/6/2020). "Kami ingin kegunaan Kereta Emas diubah.

Salah satu panel lukisan di kereta emas Belanda atau Gouden Koets, menggambarkan situasi Indonesia di zaman kolonial. Lukisan ini bernama Hulde der Kolonieen.
Salah satu panel lukisan di kereta emas Belanda atau Gouden Koets, menggambarkan situasi Indonesia di zaman kolonial. Lukisan ini bernama Hulde der Kolonieen. (TWITTER @redfishstream)

Tempatkan Gerbong

"Kereta ini di museum perbudakan untuk memberitahu sejarah kolonial kita," demikian keterangan yang tertera di petisi tersebut.

Dari pantauan hingga Rabu (10/6/2020) siang pukul 14.50 WIB, petisi yang dibuat oleh Nugah Shrestha ini telah ditandatangani 2.566 orang.

Partisipannya berasal dari beragam kota atau wilayah di Belanda seperti Eindhoven, Utrecht, Rotterdam, dan Deventer.

Petisi yang ditujukan ke Kerajaan Belanda ini akan terus berjalan sampai 8 Juni 2021.

Kereta emas Belanda atau Gouden Koets, biasanya dipakai Raja/Ratu Belanda saat Prinsjesdag (hari pembacaan bujet negara).
Kereta emas Belanda atau Gouden Koets, biasanya dipakai Raja/Ratu Belanda saat Prinsjesdag (hari pembacaan bujet negara). (TWITTER @yoyen)

Sekilas tentang Gouden Koets

Lorraine Riva melalui akun Twitter @yoyen menerangkan, kereta emas ini bernama Gouden Koets dan lukisan yang sedang hangat diperbincangkan itu bernama Hulde der Kolonieen.

Wanita yang telah menetap di Belanda selama 25 tahun ini mengatakan, lukisan tersebut tentang penghormatan dari daerah koloni Belanda (di West dan Oost Indies).

Perbincangan tentang lukisan di kereta emas Belanda ini lalu menghangat di media sosial, karena gambar itu seolah-olah menyiratkan kebanggaan zaman kolonial. Mengenai hal tersebut Lorraine menerangkan,

"Sebetulnya panel lukisan itu tentang penghormatan dari daerah koloni Belanda (di West & East Indies) untuk naik takhtanya Ratu Wilhelmina."

"Dalam konteks sekarang mungkin diartikan sebagai perayaan kolonialisme." "(Tapi) konteks sewaktu kereta itu dibuat (adalah) faktual," ungkap Lorraine saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (9/6/2020).

Gouden Koets diketahui merupakan kereta emas hadiah dari penduduk Amsterdam untuk Ratu Wilhelmina yang naik takhta pada 1898. Kereta itu sendiri dibuat pada 1897.

Walau namanya Gouden Koets (Kereta Kuda Emas), bahan utamanya adalah kayu jati dari Jawa. Lorraine menyebut ada beberapa ornamen yang dibuat dari gading di Sumatra, dan elemen dari kulit sapi berasal dari provinsi di Belanda selatan, yaitu Zeeland.

Gouden Koets memiliki empat panel gambar yang dilukis oleh Nicolaas van der Waay.

Dikatakan Lorraine, tiap panel gambar bercerita tentang empat hal yakni masa depan, masa lalu, penghormatan dari/ke koloni, dan penghormatan dari/ke Belanda.

Lalu, panel yang sedang menghebohkan jagat media sosial Indonesia adalah panel Hulde der Kolonieen.

"Ini artinya bisa dua: penghormatan ke dan/atau penghormatan dari koloni (untuk naik takhtanya Juliana)," tulis @yoyen di Twitter.

"Memang waktu itu kereta ini dibuat syaratnya harus menggambarkan kejayaan kerajaan Belanda," imbuhnya kepada Kompas.com.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Viral Foto Kereta Emas Belanda Bergambar Budak Indonesia, Ribuan Orang Menggugat

Sudah 2 Bulan, Harga Bawang Merah di Kabupaten Pekalongan Masih Tinggi

Cerita Pria di Bandung Bunuh Selingkuhan Gara-gara Disebut Menyusahkan

Tips Dokter Reisa pada Penggunaan Masker yang Tepat, Wajib Diganti Jika Basah 

Resmi Diluncurkan, Ini Harga Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro serta Spesifikasinya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved