Pembunuhan Remaja Pekalongan
Tersangka Pembunuhan Remaja di Pekalongan Pernah Terlibat Kasus yang Sama, Adakah Tersangka Lain?
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng sat dihubungi Tribunjateng.com membenarkan adanya informasi tersebut
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
Tersangka Pembunuhan Remaja di Pekalongan Pernah Terlibat Kasus yang Sama, Adakah Tersangka Lain?
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - KNP (17) alias NK warga Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, tersangka pembunuhan Muhammad Arya Sofa (15) warga Kelurahan Setono Gg. 7, Kecamatan Pekalongan Timur, Jawa Tengah ternyata sudah pernah terlibat kasus yang serupa pada bulan April 2020.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng sat dihubungi Tribunjateng.com membenarkan adanya informasi tersebut.
Namun, saat ini pihaknya masih memperdalam kasus tersebut.
"Terkait kasus pada bulan April tahun 2020, anggota masih memperdalam dan melakukan penyelidikan terhadap tersangka.
Apakah ada tersangka yang lain, kami masih melakukan penyelidikan," kata AKP Ahmad, Sabtu (18/7/2020).
• Nama Indonesia Tercoreng, Sepeda Kemanusiaan Brompton Seri Wheels for Heroes Malah Diperjualbelikan
• Perwira TNI AD Kolonel Kav Agustinus Purboyo Cetak Sejarah Lulus S2 di Kings College London
• Promo JSM Indomaret Hanya 3 Hari 17-19 Juli 2020, Diskon Minyak hingga Produk Susu, Ini Daftarnya
• Promo JSM Superindo 17-19 Juli 2020, Diskon Akhir Pekan Buah hingga Minyak, Berikut Daftarnya
Diberitakan sebelumnya, sesosok pria tanpa identitas ditemukan tak bernyawa di belakang eks dealer Daihatsu, yang ada di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (24/4/2020) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Saminta mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada penemuan mayat disekitar bekas dealer.
"Kamu bersama tim identifikasi Polres Pekalongan Kota langsung menuju ke TKP."
"Dari keterangan warga, adanya bahu menyengat seperti bangkai yang tercium oleh warga sekitar pukul 13.20 WIB
Setelah di cek ternyata mayat sudah agak membusuk dan tertutup terpal.
Diperkirakan mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan melaporkan ke petugas," kata Saminta kepada Tribunjateng.com.

Saminta mengungkapkan, untuk kejadiannya pihaknya tidak mengetahui secara pasti.
Kemudian, sesuai dengan aturan dan melihat kondisi seperti ini apabila ada penemuan mayat harus menggunakan protokol kesehatan Covid-19.
"Tadi setelah dicek bersama dengan dinas kesehatan dan dari kepolisian, mayat tanpa identitas tersebut diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 5 atau 6 hari.