Berita Internasional
Pesawat Pembom AS Masuki Samudera Hindia, Dinilai Perburuk Keadaan
Angkatan Udara AS telah mengerahkan tiga pesawat pembom siluman B-2 ke pulau kecil Diego Garcia di Samudra Hindia untuk pertama kalinya sejak 2016.
TRIBUNJATENG.COM - Angkatan Udara AS telah mengerahkan tiga pesawat pembom siluman B-2 ke pulau kecil Diego Garcia di Samudra Hindia untuk pertama kalinya sejak 2016.
Pembom Spirit berkemampuan nuklir B-2A milik Angkatan Udara AS itu lepas landas pada Selasa (11/8/2020) dari pangkalan angkatan udara Whiteman di Missouri dan terbang melintasi Australia utara dan menuju atol militer yang merupakan bagian dari Wilayah Samudra Hindia Britania.
Dilansir oleh South China Morning Post, pesawat tersebut telah mengisi bahan bakar di udara beberapa kali, menurut informasi dari militer AS.
• Korea Utara Resmi Cabut Lockdown Perbatasan Korsel, Kim Jong Un Tolak Bantuan Asing
• Ayam Berkokok Terlalu Pagi, Seorang Kakek Didenda Rp 2,9 Juta
• Ganjar Ground Breaking Jateng Valley, Minta Pembangunan Beorientasi Lingkungan
• Malaysia Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 17,1 Persen
Pesawat pembom terakhir kali dikerahkan ke Diego Garcia, yang terletak sekitar 1.200 km (745 mil) selatan Maladewa, adalah pada 2016 lalu selama periode ketegangan di Laut China Selatan.
Hal itu dilakukan setelah pengadilan arbitrase internasional menolak klaim Beijing atas perairan yang disengketakan.
Sedangkan ketiga pembom dengan call sign Reaper 11, 12 dan 13 tidak melewati daerah sensitif di Pasifik barat, Laut China Selatan atau Selat Taiwan.
Menurut Zhao Tong, pengamat di program kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for International Peace di Beijing, kehadiran mereka di Diego Garcia adalah tanda yang jelas dari kekuatan militer Amerika Serikat di Indo-Pasifik.
"Pergerakan tenaga nuklir berbasis udara adalah demonstrasi kekuatan,"
“Tidak perlu ada teguran,” kata Zhao Tong.
"Perubahan keseimbangan kekuatan yang disebabkan oleh pengerahan militer AS mungkin menyebabkan krisis baru," katanya.
"Itu tidak membantu menyelesaikan masalah, tapi memperburuknya," lanjut Zhou.
Berbeda dengan kapal selam atau rudal darat, pesawat pembom strategis lebih sering digunakan sebagai alat untuk mengintimidasi musuh karena lebih mudah dikendalikan.
B-2 merupakan pesawat pembom berbentuk kelelawar yang menjadi pembom strategis tercanggih di dunia, dengan kemampuan siluman yang dapat menembus sistem pertahanan udara.
"Sebuah pembom siluman sulit dideteksi atau dicegat," kata komentator militer yang berbasis di Beijing, Zhou Chenming.
"Jadi jika itu terbang ke wilayah udara China dengan hulu ledak nuklir, terserah Amerika untuk memutuskan kapan mereka ingin memulai perang,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pesawat-pembom-b-2-amerika-serikat.jpg)