Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Viral gara-gara Bawa Bangkai Anak Selama 17 Hari, Paus Pembunuh Ini Kini Melahirkan Lagi

Seekor paus pembunuh menjadi viral di media sosial karena fotonya membawa bangkai anak yang sudah mati selama 17 hari.

Tayang:
Kompas.com/Istimewa
Induk orca atau paus pembunuh mendorong anaknya. Foto ini diambil saat 24 jam kematian bayi orca.(science alert) 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Seekor paus pembunuh menjadi viral di media sosial karena fotonya membawa bangkai anak yang sudah mati selama 17 hari.

Kini, paus pembunuh tersebut dikabarkan kembali melahirkan.

Menurut laporan Centre for Whale Research in Washington, hewan bernama Tahlequah itu terlihat bersama bayinya di timur Selat Juan de Fuca, perairan AS.

Ini Peran 5 Oknum TNI AL Tersangka Ciracas, 2 dari TNI AU Bebas, KSAD Ganti Rugi Rp 594 Juta

Menabung 10 Tahun di Bank BRI Cabang Slawi, Eli Tak Menyangka Bisa Menangkan Hadiah 1 Unit Mobil

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Depan Balaikota Siang Hari & Banyak Orang Lewat Bikin Heboh

Mantan Sekjen Nasdem:Ada Anggota DPR di Balik Andi Irfan Jaya

"Hore! Bayinya nampak sehat dan dewasa sebelum waktunya.

Berenang penuh semangat di samping induknya di hari kedua berenang dengan bebas," ujar organisasi di situs resminya.

Peneliti menerangkan, bayi Tahlequah diyakini lahir pada Jumat (4/9/2020), yang ditandai sirip di punggung yang mulai tegak.

Sirip itu dilaporkan setidaknya butuh waktu satu atau dua hari untuk ditegakkan setelah membengkok karena berada dalam rahim induknya.

Tahlequah sendiri menjadi perhatian setelah pada musim panas 2018 menggelar "tur berkabung" selama 17 hari.

Dilansir Sky News Minggu (6/9/2020), dia membawa anaknya yang mati menempuh jarak hingga 1.600 km dan menuai perhatian dunia.

Paus pembunuh itu dilaporkan hamil lagi pada Februari tahun lalu.

Pada Jumat, pengamat menyatakan mereka melihat bayinya.

Ketika para peneliti menindaklanjuti laporan tersebut, mereka menerangkan keduanya terlihat saat melintasi perbatasan di Kanada.

Tahlequah disebut terpisah dari kawanannya dan merupakan "sosok yang tidak ingin didekati", sehingga ilmuwan hanya melihatnya selama beberapa menit.

"Kami berharap bayinya ini menjadi kisah kesuksesannya," kata pusat penelitian paus itu, yang menyatakan saat ini kematian pada bayi paus mencapai 40 persen.

Kemudian terdapat persentase besar dalam hal kegagalan kehamilan yang menimpa induk paus pembunuh karena kurangnya nutrisi. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved