Breaking News:

Virus Corona Jateng

Ini 9 Daerah di Jateng yang Disoroti Ganjar Karena Kasus Covid-19 Naik, Minta Protokol Diperketat

Sembilan daerah yang menjadi perhatian Ganjar Pranowo meliputi Kota Semarang, Pati, Rembang, Boyolali, Sragen, Wonosobo, Pemalang, Kudus dan Tegal

TribunJateng.com/Budi Susanto
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor Gubernur Jateng, Senin (7/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tren kenaikan kasus Covid-19 di beberapa daerah di Jawa Tengah menjadi perhatian.

Dilansir dari corona.jatengprov.go.id, pada Senin (14/9/2020), total ada 18.136 kasus positif di Jawa Tengah. Dari total itu, 2.831 pasien dirawat di rumah sakit, 13.628 pasien sembuh dan 1.677 orang yang meninggal dunia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut ada sembilan daerah yang harus waspada terkait penyebaran pandemi ini.

Tak Diberi Uang Saki, Pemuda Ini Aniaya Ibu dengan Pukulan dan Senjata Tajam

Sempat Viral, Inilah 7 Pesepeda yang Masuk Tol Jagorawi, Mengaku Tak Sadar Masuk Jalan Tol

Aktor Ade Firman Hakim Meninggal Sebeum Saksikan Pemutaran Film Terbarunya

Sembilan daerah yang menjadi perhatian itu meliputi Kota Semarang, Pati, Rembang, Boyolali, Sragen, Wonosobo, Pemalang, Kudus dan Kabupaten Tegal.

"Ada beberapa kabupaten/kota yang perlu mendapat perhatian, wabil khusus Kota Semarang. Maka saya minta, di daerah-daerah itu dilakukan pengetatan-pengetatan dalam pelaksanaan protokol kesehatan," kata Ganjar, seperti dikutip dalam keterangannya.

Ia pun meminta agar aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) yakni Satpol PP di daerah- daerah tersebut melakukan patroli rutin.

Menurutnya, tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya kerumunan, harus selalu didatangi untuk mencegah berkumpulnya warga dalam jumlah banyak yang berpotensi penularan.

"Saya minta Bupati/Wali Kota yang ada di sembilan daerah itu bersama-sama melakukan pengetatan saat ini, agar semuanya bisa terkendali," tegasnya.

Dalam minggu ini lanjut Ganjar, pengendalian secara masif di sembilan daerah itu harus mulai dilakukan. Termasuk, event yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa, harus ditunda.

"Event-event ditunda dulu, semua buat virtual saja. Kalau toh harus ada event, maka yang hadir harus sedikit dan protokol kesehatannya harus ketat. Kalau ada kesulitan di daerah, saya siap membantu dari provinsi," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved