Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Der Spiegel Sebut Dinas Rahasia Jerman Terlibat Dalam Penumpasan PKI, Ini Faktanya

Pada 1971 majalah berita terbesar Jerman menulis keterlibatan dinas rahasia negara itu terlibat dalam operasi penumpasan PKI

DW INDONESIA Via Kompas.com
Tahun 1965, Sekutu Barat mendukung para jenderal Angkatan Darat karena mencurigai Soekarno condong ke komunis. 

Karl Carstens di kemudian hari menjadi Presiden Jerman periode 1979-1984. Pada 25 November 1965, Karl Carstens menerima kunjungan Brigjen Ahmad Sukendro, salah satu tokoh penting kepercayaan Jendral A.H. Nasution, yang memainkan peran kunci dalam penggulingan Soekarno dan pembantaian anti komunis, walaupun kemudian dia juga dipenjarakan oleh Suharto akhir 1970-an.

Menjelang kedatangan Sukendro ke Bonn, yang saat itu menjadi ibu kota Jerman Barat, Kedutaan Besar Jerman di Jakarta mengirim kabar ke Bonn tentang rencana kunjungan itu, dan menyebut Sukendro sebagai "salah satu jendral anti komunis yang paling mampu dan paling energik".

Dubes Jerman di Jakarta menulis, Sukendro sendiri mengatakan kepadanya "sudah sejak beberapa bulan" Angkatan Darat hanya menunggu alasan "untuk menumpas PKI".

Di Jerman, Brigjen Ahmed Sukendro kemudian bertemu dengan Menlu Jermas Gerhard Schröder untuk membahas bantuan ekonomi.

Suatu pertemuan langka di panggung diplomasi, di mana seorang perwira militer diterima langsung oleh seorang Menteri Luar Negeri.

Bahwa pemerintah Jerman saat itu sudah mengetahui adanya aksi pembantaian massal di pulau Jawa, bisa dibaca dalam laporan Föhrenwald tertanggal 3 November 1965.

"Di Jawa Tengah dan Jawa Timur terjadi pembantaian massal para komunis, terutama dilaksanakan oleh muslim fanatik."

"Pimpinan militer kelihatannya membiarkan aksi-aksi anarkis ini secara sadar..."

"Aksi-aksi anti komunis tentu saja disiapkan secara matang oleh pimpinan militer..," tulis dokumen itu.

Pada 14 Desember 1965, Kedutaan Besar Jerman Barat di Jakarta menulis, korban tewas dalam aksi anti komunis "sedikitnya 128.000 orang" dan "ratusan ribu orang lain ditahan."

Pada saat yang sama, para diplomat Jerman di Jakarta tengah berunding dengan Angkatan Darat tentang bantuan ekonomi untuk Indonesia, yang melandasi hubungan baik Jerman dengan rezim Suharto sampai bertahun-tahun kemudian.

Pada kunjungan Soeharto ke Jerman Barat tahun 1995, Kanselir saat itu Helmut Kohl menyambutnya sebagai "sahabat".

Mantan Direktur BND Reinhard Gehlen, yang memimpin badan intelijen itu dari 1956 hingga 1968, dalam sebuah wawancara televisi tahun 1996 menanggapi kudeta politik di Indonesia tahun 1965/66 dengan komentar, "Keberhasilan Angkatan Darat Indonesia,.. yang melaksanakan penumpasan seluruh Partai Komunis dengan segala konsekuensi dan kekerasan, menurut keyakinan saya punya peran yang tidak terkatakan pentingnya." (*)

JLU Kabupaten Kebumen Terkendala Jalan yang Melintas di Lahan Perhutani

Inilah Profil Bagyo Wahyono, Calon Penantang Gibran Jokowi di Pilkada Solo

Aniaya dan Rudapaksa Gadis di Bawah Umur, Bodong Dituntut 11 Tahun Penjara

6 Early Warning System Dipasang untuk Antisipasi Longsor di Karanganyar

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Keterlibatan Jerman dalam Aksi Pembantaian Massal Pasca G30S-1965 di Indonesia

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved