Breaking News:

Berita Internasional

Gara-gara Pandemi, Hotel Bintang 5 Ini Banting Setir Jualan Nasi Bungkus Rp 7.000 Seporsi

Di Melaka, Malaysia, sebuah hotel bintang 5 banting setir berjualan nasi bungkus dengan harga hanya 2 ringgit (Rp 7.000).

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Nasi bungkus yang dijual Hatten Hotel di Melaka, Malaysia, berharga Rp 7.000 per porsi. Hidangan bernama nasi bajet ini dijual oleh hotel bintang 5 tersebut untuk membantu keuangan yang anjlok akibat Movement Control Order (MCO), semacam PSBB di Indonesia.(FACEBOOK @melakamalacca) 

TRIBUNJATENG.COM, MELAKA - Di Melaka, Malaysia, sebuah hotel bintang 5 banting setir berjualan nasi bungkus dengan harga hanya 2 ringgit (Rp 7.000).

Hatten Hotel di Melaka ini adalah yang ketiga melakukannya setelah di Penang dan Terengganu, demikian Kantor berita Malaysia Bernama menyebutkan. 

Nasi bajet (nasi murah) itu dijajakan demi menambal keuangan yang anjlok saat Movement Control Order (MCO), sejenis PSBB di Indonesia.

Bupati Intan Jaya Papua Sebut KKB Siap Mengeksekusinya Jika Tidak Menuruti Keinginan Mereka

AS Kirim 1.300 US Army Ke Indonesia, KSAD Jenderal Andika Perkasa: Kami Akan Temani Mereka

Perjuangan Pria Jambi Terbang ke Turki Sendirian Melamar Kekasihnya, LDR 2,5 Tahun Tanpa Bertemu

PPKM di Kota Semarang Diperpanjang, Berikut Aturan Terbarunya, Ada Kelonggaran

Kepala koki Hatten Hotel, Badrol Hisham Mohd Ali, mengatakan bahwa inisiatif ini diambil karena tidak ada tamu yang menginap dan restoran masih tutup.

"Selain mendatangkan pendapatan hotel yang terkena pandemi Covid-19, penjualan nasi bajet juga diharapkan dapat memberikan kegembiraan bagi masyarakat yang terkena imbas pendapatan, untuk mendapatkan makanan dengan harga yang lebih murah."

"Kami mulai menjual nasi bajet ini pada Jumat (5/2/2021) dan tanggapan yang diterima sangat menggembirakan, sekitar 500 orang datang setiap hari," terangnya kepada Bernama, Selasa (8/2/2021).

Badrol Hisham juga mengatakan, hidangan yang disajikan antara lain nasi putih dengan potongan ayam atau ikan serta beberapa sayuran.

"Ada juga lauk lainnya seperti ayam madu, ayam percik, dan kukis, tapi dijual terpisah."

"Kami menawarkan menu yang berbeda setiap hari sehingga pelanggan dapat menikmati hidangan yang bermacam-macam dan tidak pernah bosan dengan lauk yang sama setiap hari," lanjutnya.

Sang koki pun berujar, mereka buka mulai pukul 12 siang sampai 8 malam setiap hari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved