Breaking News:

Berita Internasional

Pemukiman Israel di Tepi Barat Disebut Kejahatan Perang, Bakal Diseret Ke Pengadilan Internasional

Pembangunan pemukiman Israel yang sedang berlangsung di Tepi Barat dan Yerusalem Timur kemungkinan akan terancam.

AP
Pemukiman Yahudi Ma'ale Efrayim di Lembah Jordan, Tepi Barat, Palestina pada 30 Juni 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, JERUSALEM - Pembangunan pemukiman Israel yang sedang berlangsung di Tepi Barat dan Yerusalem Timur kemungkinan akan terancam.

Jaksa tertinggi Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memutuskan untuk membuka penyelidikan atas pemukiman Yahudi sebagai kejahatan perang.

Dilansir AP, Senin (8/2/2021) penyelidikan seperti itu masih jauh, tetapi ICC bergerak selangkah lebih dekat.

Setelah pada Jumat (6/2/2021) membuka jalan bagi jaksa Fatou Bensouda untuk membuka penyelidikan kejahatan perang terhadap Israel dan militan Palestina.

Kapal Rusia Terpergok Masuk Perairan Aceh Tanpa Izin, Kemenkumham Luncurkan Drone

Kronologi Masuknya Kapal Rusia di Perairan Aceh Tanpa Izin, Pertama Diketahui Anggota Polsek

AS Kirim 1.300 US Army Ke Indonesia, KSAD Jenderal Andika Perkasa: Kami Akan Temani Mereka

KSAD Andika Perkasa Naikan Pangkat 8 Orang Jenderal TNI AD, Ini Daftarnya

Setiap penyelidikan akan melihat tindakan militer Israel selama perang yang menghancurkan pada tahun 2014 di Jalur Gaza dan protes perbatasan massal pada 2018.

Tetapi pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur tampaknya terbuka untuk pengawasan yang lebih ketat.

Hukum internasional melarang suatu negara untuk memindahkan warga sipilnya ke wilayah pendudukan.

Sehingga, membuat tuduhan terkait pemukiman mungkin lebih mudah dibuktikan daripada penggunaan kekuatan yang tidak proporsional di medan perang.

Bensouda menyatakan pada Desember 2019 dirinya yakin ada dasar yang masuk akal untuk membuka penyelidikan kejahatan perang terhadap tindakan militer Israel dan aktivitas pemukiman.

Tapi pertama-tama, dia meminta pengadilan untuk menentukan apakah dia memiliki yurisdiksi teritorial.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved